Serapan Pupuk Subsidi Tulungagung Capai 90 Persen Menjelang Akhir 2025
Serapan Pupuk Subsidi Tulungagung telah mencapai 90 persen hingga akhir 2025, meskipun pupuk organik menjadi yang paling rendah, karena petani mandiri memproduksi sendiri.
Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan progres signifikan dalam penyerapan pupuk subsidi. Hingga menjelang akhir tahun 2025, serapan pupuk subsidi di wilayah ini telah mencapai kisaran 90 persen dari total alokasi. Angka ini mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian lokal.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto, menyampaikan bahwa total alokasi pupuk subsidi untuk petani sepanjang tahun 2025 mencapai 42.744 ton. Alokasi tersebut terbagi menjadi tiga jenis utama, yakni pupuk urea, NPK, dan organik, yang masing-masing dialokasikan sesuai kebutuhan petani.
Meskipun demikian, terdapat perbedaan dalam tingkat penyerapan antar jenis pupuk. Pupuk organik tercatat sebagai jenis dengan tingkat penyerapan terendah, meskipun secara keseluruhan, serapan pupuk subsidi menunjukkan tren yang positif dan diharapkan terus meningkat hingga akhir periode distribusi.
Detail Alokasi dan Realisasi Serapan Pupuk Subsidi
Dinas Pertanian Tulungagung merinci alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2025. Dari total 42.744 ton, pupuk urea dialokasikan sebanyak 22.741 ton, pupuk NPK sebanyak 19.226 ton, dan pupuk organik sebanyak 777 ton. Distribusi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman di seluruh wilayah pertanian Tulungagung.
Berdasarkan rekap data hingga Oktober 2025, serapan pupuk urea telah mencapai 17.737 ton, atau sekitar 78 persen dari total alokasi. Sementara itu, pupuk NPK menunjukkan serapan yang lebih tinggi, yakni 16.149 ton atau 84 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar pupuk bersubsidi telah didistribusikan dan digunakan oleh petani.
Namun, pupuk organik baru terserap 248 ton, yang hanya sekitar 32 persen dari alokasi 777 ton. Perbedaan signifikan ini menjadi perhatian, meskipun ada penjelasan khusus di balik rendahnya angka serapan pupuk organik dibandingkan jenis pupuk lainnya.
Fenomena Rendahnya Serapan Pupuk Organik
Rendahnya serapan pupuk organik di Tulungagung bukan disebabkan oleh kualitas produk atau keengganan petani untuk menggunakannya. Menurut Suyanto, fenomena ini justru menunjukkan kemandirian petani setempat. Banyak petani di Tulungagung, terutama di daerah Kalidawir, telah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri.
Suyanto menjelaskan, "Banyak petani, terutama di Kalidawir, membuat pupuk organik sendiri dan membagikannya ke petani lain." Hal ini mengindikasikan bahwa petani tidak bergantung sepenuhnya pada pupuk organik bersubsidi karena mereka memiliki alternatif produksi sendiri yang berkelanjutan. Kemampuan ini juga mengurangi beban anggaran subsidi pemerintah.
Kemandirian petani dalam memproduksi pupuk organik sendiri merupakan indikator positif. Ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pertanian berkelanjutan dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya. Meskipun serapan pupuk organik bersubsidi rendah, hal ini tidak mencerminkan masalah, melainkan solusi inovatif dari petani lokal.
Optimisme Peningkatan Serapan di Akhir Tahun
Meskipun ada perbedaan tingkat serapan, Dinas Pertanian Tulungagung tetap optimistis. Suyanto menyatakan keyakinannya bahwa serapan pupuk subsidi akan meningkat signifikan pada akhir Desember 2025. Optimisme ini didasari oleh dua faktor utama yang saling berkaitan.
Pertama, masuknya masa tanam di akhir tahun secara alami akan meningkatkan permintaan pupuk dari para petani. Kebutuhan akan nutrisi tanaman pada fase awal pertumbuhan akan mendorong petani untuk mengambil alokasi pupuk yang tersedia. Kedua, proses distribusi pupuk masih terus berlangsung untuk periode November hingga Desember.
Dengan berlanjutnya distribusi dan meningkatnya kebutuhan petani menjelang masa tanam, diharapkan sisa alokasi pupuk subsidi dapat terserap sepenuhnya. Peningkatan serapan ini akan memastikan bahwa petani memiliki akses terhadap pupuk yang dibutuhkan untuk mendukung produktivitas pertanian mereka.
Sumber: AntaraNews