Fakta Menarik Stok Pupuk Bersubsidi Ponorogo: Aman Hingga 2025, Kuota Tersedia 40 Persen!

Dinas Pertanian Ponorogo menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi Ponorogo aman hingga akhir 2025 dengan sisa alokasi 40%, bahkan setelah realokasi. Bagaimana rinciannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik Stok Pupuk Bersubsidi Ponorogo: Aman Hingga 2025, Kuota Tersedia 40 Persen!
Dinas Pertanian Ponorogo menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi Ponorogo aman hingga akhir 2025 dengan sisa alokasi 40%, bahkan setelah realokasi. Bagaimana rinciannya? (Merdeka.com)

Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, karena ketersediaan pupuk bersubsidi dipastikan aman hingga akhir tahun 2025. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo telah memberikan jaminan ini. Kepastian tersebut disampaikan untuk memastikan produktivitas pertanian di wilayah tersebut tetap terjaga.

Jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi ini diumumkan pada Kamis, 18 September, oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dipertahankan Ponorogo, Tamar Mahara. Ia menegaskan bahwa petani tidak perlu khawatir mengenai pasokan pupuk. Langkah ini diambil untuk mendukung sektor pertanian lokal.

Menurut Tamar Mahara, sisa alokasi pupuk bersubsidi saat ini masih sekitar 40 persen dari kuota awal yang ditetapkan. Angka ini tergolong aman untuk memenuhi kebutuhan petani hingga akhir tahun depan. Pihaknya juga telah mengajukan realokasi tahap ketiga pada bulan September ini.

Dipertahankan Ponorogo terus berupaya memastikan pasokan pupuk bersubsidi mencukupi kebutuhan petani. “Meski sisa alokasi sekitar 40 persen, kami pastikan stoknya aman untuk kebutuhan petani. Kami juga sudah mengajukan realokasi tahap ketiga,” kata Tamar Mahara, menegaskan komitmennya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pertanian.

Pada awal tahun, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menerima alokasi tiga jenis pupuk bersubsidi. Rinciannya adalah 30.466 ton urea, 22.348 ton NPK, dan 4.517 ton pupuk organik. Alokasi awal ini menjadi dasar perhitungan kebutuhan pupuk bagi para petani di Ponorogo.

Setelah melalui dua kali proses realokasi, jumlah alokasi pupuk bersubsidi mengalami peningkatan signifikan. Alokasi urea bertambah menjadi 35.782 ton, NPK menjadi 25.585 ton, dan pupuk organik melonjak menjadi 10.901 ton. Peningkatan ini menunjukkan respons pemerintah terhadap kebutuhan riil di lapangan.

Hingga tanggal 2 September 2025, penyaluran pupuk bersubsidi telah menunjukkan progres yang baik. Pupuk urea telah tersalurkan sebesar 62 persen, NPK mencapai 71 persen, dan pupuk organik sebesar 37 persen. Data penyaluran ini menunjukkan efektivitas distribusi pupuk kepada petani.

Dalam pengajuan realokasi tahap ketiga, pemerintah daerah Ponorogo juga menambahkan jenis pupuk baru ke dalam daftar. Pupuk ZA sebanyak 60 ton kini ikut diusulkan untuk dialokasikan. Penambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spesifik beberapa jenis tanaman.

Pupuk ZA dikenal memiliki kegunaan khusus, terutama bagi petani tebu di wilayah tersebut. “Pupuk ZA ini biasanya dipakai petani tebu. Kami memastikan stok pupuk bersubsidi tetap aman sampai akhir tahun,” ujar Tamar, menjelaskan alasan penambahan tersebut. Ketersediaan pupuk ZA diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tebu.

Dipertahankan Ponorogo terus memantau dan mengevaluasi ketersediaan serta penyaluran pupuk bersubsidi secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan dan memastikan setiap petani yang berhak mendapatkan pasokan pupuk. Komitmen ini bertujuan menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Dengan adanya jaminan ketersediaan stok pupuk bersubsidi Ponorogo hingga akhir 2025, para petani dapat melanjutkan aktivitas pertanian mereka tanpa kekhawatiran berarti. Pemerintah daerah berupaya keras untuk mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Ini adalah langkah proaktif dalam menjaga ketahanan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi