Pupuk Subsidi Sumbar: Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lampaui Target di Sumatera Barat

Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan 212 ribu ton pupuk subsidi Sumbar sepanjang 2025, melampaui capaian tahun sebelumnya dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam distribusi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pupuk Subsidi Sumbar: Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lampaui Target di Sumatera Barat
Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan 212 ribu ton pupuk subsidi Sumbar sepanjang 2025, melampaui capaian tahun sebelumnya dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam distribusi. (AntaraNews)

Pupuk Indonesia (PI) Persero Wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencatat keberhasilan signifikan dalam penyaluran pupuk bersubsidi sepanjang tahun 2025. Realisasi mencapai 212.809 ton untuk 19 kabupaten dan kota di Ranah Minang. Angka ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung sektor pertanian.

Pencapaian tersebut melampaui target yang ditetapkan, dengan realisasi sebesar 86 persen dari total alokasi. Manager Penjualan Wilayah Sumbar, Riau, dan Kepulauan Riau PT Pupuk Indonesia (Persero), Fajar Ahmad, mengonfirmasi data ini di Kota Padang pada Jumat.

Distribusi pupuk bersubsidi ini menjadi vital bagi petani di Sumatera Barat. Hal ini memastikan ketersediaan nutrisi penting untuk tanaman mereka. Peningkatan serapan ini juga mencerminkan efektivitas program subsidi pemerintah.

Sepanjang tahun 2025, Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan total 212.809 ton pupuk bersubsidi di Provinsi Sumatera Barat. Angka ini merupakan bagian dari alokasi keseluruhan sebesar 246.421 ton yang ditetapkan. Realisasi ini menunjukkan tingkat serapan yang tinggi oleh para petani di wilayah tersebut.

Pencapaian ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, realisasi pupuk bersubsidi di Sumbar hanya mencapai 160 ribu ton. Upaya sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan menjadi faktor kunci di balik peningkatan drastis ini.

Meskipun demikian, terdapat 33.612 ton pupuk yang tidak terealisasi dari alokasi 2025. Jumlah ini meliputi 27.729 ton jenis urea, 4.719 ton pupuk NPK, 721 ton NPK kakao, dan 443 ton pupuk organik. Data ini menunjukkan area yang masih memerlukan optimalisasi distribusi.

Di Sumatera Barat, empat jenis pupuk bersubsidi utama disalurkan kepada petani. Jenis-jenis tersebut meliputi Urea, NPK, NPK kakao, dan pupuk organik. Setiap jenis memiliki alokasi dan realisasi yang berbeda sesuai kebutuhan lahan pertanian.

Pupuk jenis NPK dan Urea menjadi yang paling banyak disalurkan kepada petani di Sumbar. Realisasi pupuk Urea mencapai 89.538 ton, atau sekitar 76 persen dari alokasi. Sementara itu, pupuk NPK berhasil disalurkan sebanyak 121.975 ton.

Untuk jenis NPK kakao, sebanyak 589 ton berhasil didistribusikan dari total alokasi 1.310 ton. Pupuk organik juga disalurkan sebanyak 707 ton dari alokasi 1.150 ton. Data ini menyoroti fokus pada jenis pupuk yang paling dibutuhkan.

Kabupaten Pasaman Barat mencatat serapan tertinggi untuk pupuk Urea dengan 16.358 ton dan NPK dengan 19.533 ton. Sebaliknya, Kabupaten Kepulauan Mentawai memiliki serapan terendah. Di sana, hanya 10 ton Urea dan 21 ton NPK yang tersalurkan.

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Sumatera Barat pada tahun 2025 menunjukkan data penting sebagai berikut:

  • Total realisasi pupuk bersubsidi mencapai 212.809 ton dari alokasi 246.421 ton, setara 86%.
  • Peningkatan signifikan dari 160 ribu ton pada tahun 2024.
  • Pupuk yang tidak terealisasi:
    • Urea: 27.729 ton
    • NPK: 4.719 ton
    • NPK Kakao: 721 ton
    • Organik: 443 ton
  • Urea: 89.538 ton (76% dari alokasi)
  • NPK: 121.975 ton
  • NPK Kakao: 589 ton (dari alokasi 1.310 ton)
  • Organik: 707 ton (dari alokasi 1.150 ton)

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi