Penyaluran Pupuk Subsidi Sumsel Capai 82 Persen per Desember 2025, Ini Alasannya
Realisasi Penyaluran Pupuk Subsidi Sumsel per 14 Desember 2025 mencapai 82 persen dari alokasi, dengan beberapa daerah masih alami tantangan serapan akibat tambahan alokasi dan kondisi lapangan.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat realisasi penyaluran pupuk subsidi di wilayahnya telah mencapai 304.365 ton per 14 Desember 2025. Angka ini setara dengan sekitar 82 persen dari total alokasi yang ditetapkan sebesar 370.695 ton untuk tahun tersebut.
Capaian ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pupuk bagi petani guna mendukung sektor pertanian di Sumsel. Meskipun demikian, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk mencapai target penyerapan maksimal dari alokasi yang tersedia.
Optimalisasi penyaluran pupuk subsidi ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi gabah di Sumsel. Targetnya adalah menyumbang sekitar 1,2 juta ton beras untuk surplus nasional pada tahun 2025.
Capaian Penyaluran dan Faktor Penghambat
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa rendahnya capaian 82 persen ini dipengaruhi oleh adanya tambahan alokasi pupuk subsidi. Tambahan tersebut meliputi Urea sebesar 21 persen dan NPK sebanyak 30 persen.
Menurut Bambang, tanpa adanya tambahan atau realokasi tersebut, tingkat penyerapan pupuk subsidi sebenarnya sudah bisa mencapai 100 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa alokasi pupuk awal telah terserap dengan baik oleh para petani di wilayah tersebut.
Penyaluran pupuk subsidi di berbagai kabupaten dan kota di Sumsel juga belum merata. Beberapa daerah masih mencatat serapan rendah, antara lain Kota Pagar Alam sebesar 63,5 persen, Kabupaten Musi Rawas Utara 61 persen, serta Kabupaten Ogan Ilir 59,53 persen.
Serapan terendah tercatat di Kota Palembang yang baru mencapai 36 persen, sementara rendahnya serapan di Ogan Ilir dipengaruhi kondisi genangan air yang masih cukup tinggi. Kondisi ini menghambat optimalisasi penggunaan pupuk subsidi di wilayah tersebut.
Daerah dengan Serapan Tinggi dan Upaya Optimalisasi
Di sisi lain, beberapa daerah menunjukkan kinerja serapan pupuk subsidi yang sangat baik. Kota Prabumulih bahkan telah mencapai serapan maksimal 100 persen dari alokasinya, menunjukkan efektivitas distribusi di daerah tersebut.
Selain Prabumulih, Kota Lubuklinggau juga mencatatkan serapan cukup tinggi sebesar 92,73 persen, diikuti oleh Kabupaten OKU Timur dengan 89,12 persen. Dinas Pertanian berharap serapan di OKU Timur masih dapat dimaksimalkan dalam sisa waktu sekitar dua minggu ke depan.
Terkait distribusi pupuk subsidi, pihak Dinas Pertanian terus memperketat proses verifikasi data petani. Verifikasi dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Langkah ini bertujuan agar pupuk hanya disalurkan kepada petani yang memiliki KTP dan lahan yang terdaftar. Selain itu, stok pupuk subsidi di tingkat distributor maupun penyalur sepanjang 2025 dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi sehingga tidak terjadi kelangkaan di lapangan.
Kontribusi Pupuk Subsidi pada Produksi Beras Nasional
Optimalisasi penyaluran pupuk subsidi memiliki peran krusial dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan ketersediaan pupuk yang memadai, petani dapat meningkatkan produktivitas lahan mereka secara signifikan.
Provinsi Sumsel sendiri diharapkan dapat menyumbang sekitar 1,2 juta ton beras untuk surplus nasional pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan potensi besar Sumsel dalam berkontribusi pada produksi pangan nasional.
Bambang Pramono mengimbau para petani untuk segera menebus pupuk subsidi yang menjadi hak mereka. Petani diminta memanfaatkan sisa waktu sekitar dua minggu sebelum periode penyaluran berakhir, guna memastikan pupuk dapat digunakan secara optimal.
Imbauan ini penting untuk memastikan seluruh alokasi pupuk subsidi terserap optimal. Dengan demikian, target produksi gabah dan kontribusi terhadap surplus beras nasional dapat tercapai sesuai harapan.
Sumber: AntaraNews