Pertanian Jawa Timur
-
Ekonomi •Probolinggo Gelar Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu 1.000 Hektare, Dukung Produksi Gula NasionalProgram tanam perdana bongkar ratoon tebu di Probolinggo mencapai 1.000 hektare pada tahun 2026, menjadi upaya krusial dalam meremajakan tanaman tebu dan mendukung produksi gula nasional.
-
Ekonomi •BPS Jatim Proyeksikan Produksi Padi 2025 Capai 10,44 Juta Ton GKG, Naik SignifikanBadan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) memproyeksikan **produksi padi Jatim 2025** akan melonjak signifikan. Luas panen dan hasil gabah kering giling (GKG) diprediksi meningkat drastis, menjanjikan ketahanan pangan yang lebih baik.
-
Ekonomi •Pemprov Jatim Gerak Cepat: Perbaikan Irigasi Situbondo Pascabanjir Rampung Tiga HariPemerintah Provinsi Jawa Timur sigap menangani dampak banjir di Situbondo dengan fokus pada perbaikan irigasi. Perbaikan Irigasi Situbondo ditargetkan selesai dalam tiga hari untuk mengembalikan suplai air ke lahan pertanian.
-
Ekonomi •Gubernur Khofifah Tegaskan Produksi Jeruk Jatim Terbesar Nasional, Dorong Konsumsi Jeruk LokalGubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan dominasi Produksi Jeruk Jatim sebagai yang terbesar nasional, sekaligus mendorong konsumsi jeruk lokal untuk kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan impor.
-
Ekonomi •Serapan Pupuk Subsidi Tulungagung Capai 90 Persen Menjelang Akhir 2025Serapan Pupuk Subsidi Tulungagung telah mencapai 90 persen hingga akhir 2025, meskipun pupuk organik menjadi yang paling rendah, karena petani mandiri memproduksi sendiri.
-
Ekonomi •Surplus 159 Ribu Ton Beras, Program Presiden Dongkrak Produksi Pertanian BanyuwangiProduksi Pertanian Banyuwangi melonjak signifikan berkat program ketahanan pangan Presiden, menghasilkan surplus beras hingga 159 ribu ton. Petani kini tak lagi kesulitan pupuk dan harga gabah stabil, melebihi HPP. Simak selengkapnya!