Sederet Nama Loyalis yang Mulai Gerah dengan Kebijakan Ekonomi Donald Trump
Kebijakan Donald Trump saat ini justru dikritik habis-habisan oleh pendukung setianya.
Ketika Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif yang diklaim akan melindungi industri Amerika, gelombang respons keras justru datang dari kalangan yang tak terduga, yaitu para pendukung setianya sendiri.
Tokoh-tokoh konservatif ternama, dari pengusaha miliarder hingga influencer digital, kini mulai mempertanyakan arah kebijakan ekonomi terbaru Donald Trump yang sudah pernah menjabat sebagai presiden. Mereka yang selama ini menjadi suara keras dalam mendukung Trump dan agenda Partai Republik, perlahan mengubah nada bicara mereka.
Salah satunya adalah Ben Shapiro, komentator konservatif terkemuka, yang sebelumnya mendukung Gubernur Florida Ron DeSantis sebelum akhirnya berpaling ke Trump. Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube-nya yang diikuti lebih dari tujuh juta pelanggan, Shapiro menyebut cara Trump meluncurkan kebijakan tarif sebagai “contoh peluncuran kebijakan terburuk.”
"Gagasan bahwa tarif bisa memperkaya bangsa sangat bermasalah," tegas Shapiro dalam videonya sebagaimana dilansir dari PBS News.
Ia menyebut bahwa anggapan tarif akan memperkuat ekonomi dan menghidupkan kembali manufaktur domestik hanyalah ilusi.
Dave Portnoy
Nada serupa terdengar dari Dave Portnoy, pendiri platform digital Barstool Sports. Dalam siaran langsung bertajuk "Davey Day Trader", Portnoy mengungkapkan kekhawatirannya secara blak-blakan.
Ia menyebut telah kehilangan hingga USD 7 juta dalam saham dan kripto akibat gejolak pasar yang dipicu kebijakan Trump.
Namun meski mengaku kesetiaannya belum goyah, Portnoy menyadari risikonya besar.
“Saya rasa Trump sedang memainkan permainan berisiko tinggi. Saya akan tetap mendukungnya untuk beberapa waktu, tapi mari kita lihat bagaimana hasilnya,” ujarnya.
Joe Rogan
Kritik tak berhenti di sana. Joe Rogan, salah satu podcaster paling berpengaruh di Amerika, juga mulai mengambil jarak. Meskipun sempat memberikan panggung besar bagi Trump melalui wawancara eksklusif, Rogan telah mengkritik keras kebijakan deportasi massal dan menyebut perang tarif dengan Kanada sebagai tindakan “bodoh”.
Sementara itu, Bill Ackman, manajer dana lindung nilai yang dikenal sebagai simpatisan Trump, memperingatkan bahwa ekonomi AS tengah menuju “musim dingin nuklir buatan sendiri” jika kebijakan tarif diterapkan secara penuh. Ackman bahkan sempat berseteru dengan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, meskipun kemudian meminta maaf dan mengoreksi pernyataannya.
Meski begitu, kekhawatirannya tetap sama. “Saya merasa frustrasi melihat kebijakan yang dapat membatalkan seluruh kemajuan ekonomi yang telah dicapai,” tulisnya dalam unggahan di platform X.