Ridwan Kamil Ternyata Punya Harta Rp22 Miliar, Punya Koleksi Moge dan Motor Listrik
Ridwan Kamil tercatat memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan kawasan Bandung Jawa Barat senilai Rp17,85 miliar.
Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil buka suara terkait penggeledahan KPK di rumahnya pada Senin (10/3) siang tadi. Kediaman Ridwan Kamil digeledah terkait kasus korupsi Bank Jabar Banten (BJB).
"Bahwa benar kami didatangi oleh tim KPK terkait perkara di BJB," kata Ridwan Kamil dalam keterangannya, Senin (10/3).
RK mengatakan penyidik KPK pada saat menggeledah kediamannya telah sesuai dengan prosedur. Dia mengaku akan kooperatif selama pengembanga kasus korupsi tersebut.
"Kami selaku warga negara yang baik sangat kooperatif dan sepenuhnya mendukung/ membantu tim kpk secara professional," ucap Kang Emil sapaan kerapnya.
Mochammad Ridwan Kamil atau biasa dipanggil Emil mengawali jabatan politik sebagai Walikota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi walikota, dia bekerja sebagai arsitek, dosen dan aktif sebagai aktivis sosial di Indonesia.
Dalam catatan merdeka.com, Kang Emil menyelesaikan pendidikan tingginya di jurusan Arsitektur ITB. Prestasi gemilangnya membawanya meraih beasiswa untuk melanjutkan studi dan lulus S2 di University of California Berkeley. Kemudian, ia melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat.
Bersama timnya, dia telah mengerjakan lebih dari 50 proyek arsitektur dan urban design di benua Amerika, Timur tengah dan Asia dan meraih penghargaan lebih dari 20 kali.
Bermodalkan ilmu pendidikan Urban Design, dia diangkat sebagai penasihat arsitektur kota Jakarta, penasehat ekonomi kreatif Taiwan dan penasehat pembangunan kota Surabaya.
Kekayaan Ridwan Kamil
Jabatan politik yang terakhir diemban Ridwan Kamil yakni Gubernur Jawa Barat. Sebagai pejabat negara, Kang Emil wajib melaporkan kepemilikan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) KPK, Ridwan Kamil tercatat memiliki harta Rp22,75 miliar. Total harta kekayaan tersebut dilaporkan Kang Emil pada akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat di tahun 2023.
Ridwan Kamil tercatat memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan kawasan Bandung Jawa Barat senilai Rp17,85 miliar. Tercatat ada 21 aset tanah dan bangunan. Terdiri dari 12 aset hasil sendiri dan 9 aset hasil hibah dengan akta.
Punya Koleksi Moge dan Mobil Listrik
Kemudian aset berupa alat transportasi dan mesin tercatat Rp771.900.000. Aset berupa alat transportasi ini didominasi berupa kendaraan motor.
Ridwan Kamil tercatat memiliki mobil merek Hyundai Santafe Jeep tahun 2017 seharga Rp319 juta. Tak hanya itu, dia juga memiliki mobil listrik dari Wuling tahun 2022 seharga Rp282 juta.
Selebihnya Ridwan Kamil memiliki 5 unit motor, di antaranya Royal Enfield Classic 500 tahun 2027 seharga Rp78 juta. Motor Kawasaki W175 tahun 2019 seharga Rp21,5 juta. Motor Honda CBR Second CBR tahun 2019 seharga Rp21,5 juta.
Suami dari Atalia ini juga memiliki koleksi motor vespa matic tahun 2022 seharga Rp41,7 juta. Tak hanya motor mewah, Ridwan Kamil juga melaporkan memiliki motor Honda Beat tahun 2018 yang harganya Rp8,2 juta.
Punya Utang Rp3,3 Miliar
Selain itu, Ridwan Kamil melaporkan memiliki harta bergerak lainnya dengan senilai R467,12 juta. Kemudian surat berharga senilai Rp880 juta.
Kas dan setara kas senilai Rp5,93 miliar. Terakhir harta lainnya Rp157,06 juta.
Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga melaporkan memiliki utang sebesar Rp3,30 miliar. Sehingga total kekayaan Ridwan Kamil tercatat Rp22.757.418.262.
Kini Ridwan Kamil tengah bersiap untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta bersama Suswono. Langkah Kang Emil memimpin Jakarta semakin mudah karena banjirnya dukungan dari berbagai partai politik.
Mulai dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kemudian Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Garuda, Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Partai Persatuan Indonesia, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).