Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia di momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Permohonan maaf ini diutarakan sebagai bentuk refleksi diri dan ajakan untuk saling memaafkan di tengah berbagai dinamika kehidupan.
Pernyataan ini disampaikan Ridwan Kamil pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, dari Kota Bandung, Jawa Barat, melalui keterangan resmi yang diterima media. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan memaafkan, terutama setelah menghadapi berbagai tantangan pribadi selama satu tahun terakhir.
Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, Ridwan Kamil juga secara khusus menyoroti maraknya informasi hoaks yang menargetkan dirinya dan keluarga. Ia berjanji akan meluruskan setiap informasi tidak benar yang beredar demi menjaga ketenangan bersama.
Advertisement
Advertisement
Ridwan Kamil mengakui bahwa sebagai manusia, dirinya tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Oleh karena itu, ia dengan tulus memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya dari masyarakat. “Mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya, menegaskan esensi Idul Fitri sebagai waktu untuk kembali suci.
Momen Idul Fitri 1447 H ini dijadikan kesempatan bagi Ridwan Kamil untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar senantiasa bersabar dan ikhlas dalam memaafkan. Ia percaya bahwa dengan saling memaafkan, kedamaian dan kerukunan dapat terus terjaga di tengah perbedaan.
Permohonan maaf ini juga mencerminkan sikap rendah hati seorang pemimpin yang pernah mengemban amanah besar di Jawa Barat. Ia berharap semangat Idul Fitri dapat menjadi landasan untuk membangun kembali hubungan yang lebih baik antar sesama.
Advertisement
Advertisement
Selama satu tahun terakhir, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga kerap menjadi target konten hoaks. Informasi tidak benar tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, hingga isu hukum dan politik yang sensitif.
Meskipun demikian, mantan Gubernur Jawa Barat ini memilih untuk menyikapinya dengan bijak. Alih-alih membalas, ia justru mendoakan pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu tersebut agar segera mendapatkan hidayah dan kesadaran.
“Saya juga berdoa agar mereka insyaf dan mendapatkan pekerjaan yang halal tanpa mengganggu serta merusak hidup orang lain,” kata Ridwan Kamil, menunjukkan harapannya agar para penyebar hoaks dapat beralih ke jalan yang lebih baik. Ia juga mendoakan masyarakat yang sempat terpengaruh hoaks agar selalu terlindungi dari fitnah.
Advertisement
Ridwan Kamil menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam terhadap penyebaran fitnah. Ia berjanji akan meluruskan setiap informasi hoaks yang beredar, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun keluarganya, secara bertahap dan sistematis.
Advertisement
Menutup pernyataannya, Ridwan Kamil mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa hidup berdampingan dalam ketenangan. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati antar individu, meskipun terdapat perbedaan pandangan atau pilihan.
Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menjauhi diri dari segala bentuk fitnah dunia yang dapat merusak tatanan sosial. Pesan ini relevan mengingat dinamika informasi di era digital yang sangat cepat dan rentan terhadap penyebaran berita bohong.
Dengan semangat Idul Fitri, Ridwan Kamil berharap masyarakat dapat kembali fokus pada hal-hal positif dan konstruktif. Ia berharap agar ke depannya, lingkungan sosial dapat lebih kondusif dan terhindar dari perpecahan akibat informasi yang tidak bertanggung jawab.
Advertisement
Sumber: AntaraNews