Respons Kemenhub soal Permintaan Presiden Prabowo Perbanyak Bandara Internasional di Daerah
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merespons permintaan itu.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara merespons permintaan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembukaan lebih banyak bandara internasional di daerah.
Saat dimintai keterangan, Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub, Syamsu Rizal, mengatakan pihaknya masih belum bisa berbicara banyak. Namun, ia memastikan bahwa kajian akan segera dilakukan.
"Karena masih dalam proses untuk melihat atau mengkaji lebih dalam. (Bakal melakukan kajian?) Iya, karena itu kan dari Presiden," ujarnya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (5/8).
Permintaan Prabowo itu sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, usai rapat terbatas bersama sejumlah menteri melalui video telekonferensi dari Hambalang, Bogor.
Di hadapan para menteri, Presiden menekankan bahwa pembukaan bandara internasional di berbagai daerah penting untuk mendukung percepatan perputaran ekonomi dan pariwisata.
"Presiden mendorong pembukaan bandara internasional sebanyak-banyaknya di berbagai daerah guna mendorong percepatan perputaran ekonomi dan pariwisata daerah," kata Teddy, dikutip dari Antara.
Bakal Dongkrak Konektivitas Antar Daerah
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur transportasi udara guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Rapat digelar secara hybrid dari kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jumat (1/8).
Selain menerima laporan dari sejumlah menteri, Prabowo juga memantau langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Sebagai catatan, di masa pemerintahan sebelumnya, Kemenhub telah menutup status internasional pada 18 bandara di berbagai daerah.
Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.
Bandara yang dicabut status internasionalnya antara lain:
- Sabang (Aceh): Bandara Maimun Saleh
- Silangit: Bandara Sisingamangaraja XII
- Lampung: Bandara Radin Inten II
- Tanjung Pandan: Bandara H.A.S. Hanandjoeddin
- Bandung: Bandara Husein Sastranegara
- Yogyakarta: Bandara Adisutjipto
- Semarang: Bandara Ahmad Yani
- Solo: Bandara Adi Soemarmo
- Banyuwangi: Bandara Banyuwangi
- Pontianak: Bandara Supadio
- Tarakan: Bandara Juwata
- Kupang: Bandara El Tari
- Ambon: Bandara Pattimura
- Biak: Bandara Frans Kaisiepo
- Merauke: Bandara Mopah
- Banjarmasin: Bandara Syamsuddin Noor
Langkah Presiden Prabowo mendorong pembukaan kembali status internasional di sejumlah bandara menjadi bagian dari upaya memperluas akses ekonomi dan pariwisata antarwilayah.