Aplikasi All Indonesia Rilis Akhir Bulan Ini, Masyarakat Datang dari Luar Negeri Wajib Isi
Silmy menekankan konsep ini bukan hal baru. Negara-negara seperti Singapura juga mewajibkan pengisian data secara online sebelum kedatangan.
Wakil Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas), Silmy Karim membeberkan perkembangan terbaru layanan All Indonesia, sebuah inovasi digital yang mengintegrasikan seluruh layanan kedatangan internasional ke dalam satu aplikasi terpadu.
Layanan ini dirancang sebagai platform terpadu untuk menyederhanakan proses kedatangan dan keberangkatan internasional di Indonesia. All Indonesia diharapkan dapat menggantikan beragam aplikasi yang sebelumnya harus diisi oleh pelaku perjalanan.
"All Indonesia ini untuk memperingkas banyak aplikasi yang ada. Jadi nanti pertanyaannya lengkap di satu platform, tapi jangan marah, ini benar-benar untuk mempermudah," kata Silmy dalam acara Diaspora Summit 2 yang digelar Indonesian Diaspora Network United (IDN-United) di Jakarta Selatan, Selasa (13/8).
Silmy menyampaikan, saat ini pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia harus melalui berbagai prosedur dari sejumlah instansi, mulai dari imigrasi, karantina kesehatan, hingga bea cukai. Setiap instansi memiliki platform masing-masing, yang kerap membingungkan pengguna.
All Indonesia hadir untuk mengintegrasikan seluruh proses tersebut dalam satu aplikasi berbasis web dan mobile. Dengan sistem ini, data pelaku perjalanan akan diinput hanya sekali oleh pengguna, kemudian diteruskan secara terintegrasi ke instansi terkait.
Percepat Pemeriksaan
Aplikasi All Indonesia dinilai tidak hanya akan mempermudah wisatawan dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali ke Tanah Air, tetapi juga mempercepat pemeriksaan di bandara dan pelabuhan.
Silmy menekankan konsep ini bukan hal baru. Negara-negara seperti Singapura juga mewajibkan pengisian data secara online sebelum kedatangan. "Ini untuk efisiensi dan kenyamanan bersama," ujarnya.
Saat ini, lanjut Silmy All Indonesia sudah tersedia dalam bentuk website, sementara aplikasi mobile sedang dalam tahap akhir pengembangan. Dia menyebut, aplikasi All Indonesia versi mobile tengah dalam pengembangan atau pengujian.
"Yang web-based sudah ada, aplikasinya mudah-mudahan akhir bulan ini bisa di-deploy di App Store dan Android," ungkapnya.
Aplikasi ini akan berisi sejumlah pertanyaan wajib, mulai dari data pribadi, informasi perjalanan, hingga keterangan terkait barang bawaan dan kesehatan. Semua dikemas dalam satu platform agar proses kedatangan lebih sederhana dan transparan.