Tahukah Anda? Pemadaman Listrik Bandara Ngurah Rai Lumpuhkan Aktivitas Satu Jam, Pengelola Ungkap Penyebabnya

Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai menelusuri penyebab pemadaman listrik Bandara Ngurah Rai yang berlangsung selama satu jam, sempat membuat bingung pengunjung dan berdampak pada penerbangan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pemadaman Listrik Bandara Ngurah Rai Lumpuhkan Aktivitas Satu Jam, Pengelola Ungkap Penyebabnya
Pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai menelusuri penyebab pemadaman listrik Bandara Ngurah Rai yang berlangsung selama satu jam, sempat membuat bingung pengunjung dan berdampak pada penerbangan. Apa yang sebenarnya terjadi? (AntaraNews)

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali, mengalami insiden pemadaman listrik total yang mengejutkan seluruh pihak pada Jumat sore. Kejadian ini berlangsung selama satu jam penuh, menyebabkan kebingungan di antara para pengunjung dan memicu kemacetan di area keluar masuk bandara.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, segera memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Pihak pengelola bandara menyatakan bahwa tim teknis langsung bergerak cepat untuk menelusuri penyebab pasti dari pemadaman listrik ini dan melakukan penanganan.

Pemadaman listrik dilaporkan terjadi mulai pukul 18.13 Wita dan baru berhasil dinormalkan kembali pada pukul 19.18 Wita. Insiden ini, yang sempat viral di media sosial melalui video yang beredar, tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan signifikan bagi ribuan penumpang dan operasional bandara.

Kronologi dan Dampak Awal Pemadaman Listrik

Insiden pemadaman listrik total di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Jumat sore menjadi perhatian publik setelah video kejadiannya tersebar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan suasana bandara yang gelap gulita, diiringi kepanikan dan kebingungan para penumpang yang sedang menunggu penerbangan atau baru tiba.

Selain kebingungan di dalam terminal, pemadaman listrik ini juga menyebabkan kemacetan parah di area keluar dan masuk bandara. Hal ini terjadi karena sistem gerbang otomatis tidak berfungsi, sehingga proses identifikasi dan pembayaran kendaraan menjadi terhambat.

Ahmad Syaugi Shahab menjelaskan bahwa pemadaman listrik Bandara Ngurah Rai berlangsung tepat satu jam lima menit. Dampak dari kejadian ini tidak hanya terbatas pada kenyamanan pengunjung, tetapi juga berimbas pada jadwal penerbangan yang terpaksa mengalami penyesuaian.

Upaya Penanganan dan Permohonan Maaf Pengelola

Menanggapi insiden pemadaman listrik, pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai segera mengambil langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak yang terjadi. Pihak bandara menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pengguna jasa bandara akibat gangguan ini.

Selama periode pemadaman, berbagai penyesuaian layanan dilakukan untuk memastikan operasional tetap berjalan, meskipun secara manual. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengaktifkan proses check-in secara manual untuk mengurai kepadatan di area tersebut.

Ahmad Syaugi Shahab menambahkan, "Untuk mengurai kepadatan di area check in, kami menyiagakan petugas untuk mengatur alur penumpang." Selain itu, petugas khusus juga disiagakan di area ruang tunggu untuk mengarahkan penumpang menuju boarding gate.

Investigasi Penyebab dan Data Pergerakan Bandara

Meskipun listrik telah kembali normal, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai masih terus melakukan penelusuran mendalam untuk mengetahui penyebab pasti pemadaman. Investigasi ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

Ahmad mengakui bahwa "Beberapa aktivitas penerbangan, baik berangkat maupun datang juga terdampak dan saat ini kami terus berupaya mengatur alur penumpang dan penerbangan agar dapat terlayani dengan optimal." Pihak bandara masih menghitung total jumlah pesawat keberangkatan maupun kedatangan yang terkena imbas pemadaman listrik.

Sebagai informasi, Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia, melayani 64 rute domestik dan internasional dengan 53 maskapai yang beroperasi. Berdasarkan data Agustus 2025, rata-rata harian pergerakan pesawat mencapai 416 pergerakan, dengan jumlah penumpang sebanyak 75.319 orang atau setara 3.138 penumpang setiap jamnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi