Terbitkan Obiligasi Rp435 Miliar, IIF Perkuat Struktur Modal untuk Proyek Berkelanjutan di RI

Langkah taktis ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia, sekaligus memberi ruang gerak yang lebih luas bagi IIF dalam mendanai proyek infrastruktur hijau.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Terbitkan Obiligasi Rp435 Miliar, IIF Perkuat Struktur Modal untuk Proyek Berkelanjutan di RI
Pekerja dengan alat berat mengerjakan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 3B yang menghubungkan Cinere-Serpong di kawasan Limo, Depok, Kamis (9/3/2023). Pembangunan jalan Tol ini diharapkan dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh masyarakat yang akan ke Bogor dari Tangerang atau sebaliknya. (merdeka.com/Arie Basuki)

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) terus memperkuat struktur permodalan demi memuluskan berbagai proyek pembangunan berkelanjutan di tanah air. Langkah strategis ini ditandai dengan keberhasilan perusahaan menerbitkan obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual sebesar Rp220,0 miliar.

Langkah taktis ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia, sekaligus memberi ruang gerak yang lebih luas bagi IIF dalam mendanai proyek infrastruktur hijau.

Obligasi tersebut dirilis dalam tiga pilihan tenor (1, 3, dan 5 tahun) dengan rata-rata kupon 7,4 persen per tahun, sementara surat berharga perpetualnya menawarkan imbal hasil menarik sebesar 8 persen per tahun.

"Surat berharga ini sangat diminati pasar. Sebanyak 83 persen di antaranya langsung ludes diserap oleh perusahaan manajemen aset dan asuransi, sementara sisanya dikoleksi oleh korporasi, dana pensiun, perbankan, hingga investor ritel," ucap Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan di Jakarta, Selasa (14/7).

Rizki mengungkapkan bahwa suntikan dana segar dari pasar modal dan pengakuan dunia ini akan menjadi modal kuat bagi IIF untuk terus membantu pemerintah mempercepat pembangunan.

"Pendanaan baru ini akan membantu kami meningkatkan layanan bagi klien, sekaligus memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Rizki.

Ia menambahkan, IIF memposisikan diri sebagai jembatan yang mempertemukan modal swasta, baik domestik maupun asing, untuk masuk ke sektor-sektor prioritas seperti konektivitas, infrastruktur digital, hingga kesehatan. Dengan modal yang lebih tebal dan reputasi global yang diakui, IIF kini semakin siap menjadi mitra andal dalam mengawal investasi infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Masuk Jajaran Lima Besar Dunia

Di tengah aksi korporasi yang solid ini, komitmen IIF dalam mengawal proyek ramah lingkungan juga membuahkan apresiasi. IIF juga masuk dalam jajaran lima besar dunia untuk kategori Environmental & Social Risk Management (ESRM) Pioneer Award di ajang ASEAN Risk Awards 2026.

Sepanjang Juni hingga Juli 2026, IIF juga memborong tiga penghargaan internasional bergengsi sekaligus:

  • The Biggest Sustainable Impact (FinanceAsia Awards 2026): Apresiasi atas konsistensi IIF dalam mendanai infrastruktur berwawasan iklim dan tata kelola sosial yang kuat.
  • Innovative Deal of the Year (ABF Corporate and Investment Banking Awards 2026): Penghargaan atas peran IIF membidani sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia lewat KIK EBA Syariah di sektor jalan tol.
  • Outstanding Social Safeguard Implementation (ADB Project Implemented Award): Pengakuan atas keberhasilan IIF dalam mengelola program investasi infrastruktur swasta senilai USD 50 juta.
Rekomendasi