Kepuasan Transportasi Darat Capai 96,01%, Kemenhub Perkuat Konektivitas Transportasi Nasional Demi Pemerataan Ekonomi

Kementerian Perhubungan berkomitmen perkuat konektivitas transportasi nasional untuk pemerataan ekonomi. Dengan kepuasan publik 96,01%, bagaimana strategi Kemenhub mewujudkannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kepuasan Transportasi Darat Capai 96,01%, Kemenhub Perkuat Konektivitas Transportasi Nasional Demi Pemerataan Ekonomi
Kementerian Perhubungan berkomitmen perkuat konektivitas transportasi nasional untuk pemerataan ekonomi. Dengan kepuasan publik 96,01%, bagaimana strategi Kemenhub mewujudkannya? (Merdeka.com)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas transportasi di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diambil guna mendukung kelancaran mobilitas barang dan orang secara merata. Tujuan utamanya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Komitmen ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, dalam acara Press Background di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa konektivitas yang baik akan membuka peluang usaha yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sektor transportasi.

Berbagai upaya telah dan akan terus dilakukan di sektor darat, laut, dan udara untuk mencapai target tersebut. Bahkan, survei triwulan kedua per Juni 2025 menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi darat mencapai 96,01 persen. Ini menjadi indikator positif bagi program pemerataan ekonomi nasional.

Inovasi dan Subsidi di Sektor Transportasi Darat

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (DJPD) Kemenhub, Ahmad Yani, memaparkan berbagai inisiatif yang telah dijalankan. Pihaknya fokus pada pelaksanaan angkutan lintas batas negara untuk memperlancar pergerakan di wilayah perbatasan. Selain itu, subsidi angkutan orang, barang, dan penyeberangan juga terus digulirkan.

Modernisasi layanan angkutan perkotaan menjadi prioritas untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi. Upaya ini berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan transportasi darat secara keseluruhan. Hasilnya, survei triwulan kedua per Juni 2025 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan ini mencapai 96,01 persen.

Meskipun demikian, jangkauan layanan perintis masih terus dioptimalkan. Saat ini, layanan tersebut baru menjangkau sekitar 75 persen daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Kemenhub berupaya keras untuk memperluas cakupan ini demi pemerataan akses transportasi.

Mempercepat Mobilitas Melalui Jalur Laut dan Pengembangan Pelabuhan

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub berkomitmen mempercepat pergerakan orang, barang, dan jasa melalui berbagai program. Ini termasuk program kapal perintis yang vital untuk daerah terpencil serta penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) angkutan laut. Layanan rede transport dan kapal khusus ternak juga menjadi bagian dari strategi ini.

Saat ini, sektor laut telah mengoperasikan 107 trayek kapal perintis dengan kapasitas 38.604 penumpang dan 16.753 ton barang. Terdapat pula 26 kapal PSO, 18 trayek kapal rede, dan 39 kapal angkutan laut perintis barang. Selain itu, 6 trayek kapal ternak dengan armada berkapasitas 500 ekor juga tersedia untuk mendukung logistik peternakan.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Budi Mantoro, menjelaskan penugasan dari RPJMN 2025-2029 di bidang transportasi laut. Penugasan tersebut meliputi pengembangan jaringan pelabuhan terpadu (Asta Cita 3) dan penguatan infrastruktur konektivitas (Asta Cita 5). Dukungan konektivitas bagi kawasan perdesaan dan perbatasan juga menjadi fokus utama (Asta Cita 6).

Rencana Induk Pelabuhan Nasional mencakup jaringan pelabuhan yang ekstensif di seluruh Indonesia. Terdapat 28 pelabuhan utama, 164 pelabuhan pengumpul, dan 166 pelabuhan pengumpul regional. Selain itu, 278 pelabuhan pengumpan lokal serta 1.321 rencana lokasi pelabuhan juga direncanakan untuk memaksimalkan konektivitas maritim.

Peran Strategis Transportasi Udara dan Kereta Api

Sektor perhubungan udara turut berkontribusi signifikan dalam pemerataan konektivitas melalui layanan penerbangan perintis dan jembatan udara. Saat ini, terdapat 266 rute perintis penumpang dan 46 rute perintis kargo yang melayani berbagai daerah. Satu rute subsidi udara kargo juga disediakan untuk mendukung distribusi logistik di wilayah terpencil.

Menurut data Sisfoangud Perintis, hingga Juli 2025, realisasi angkutan udara perintis penumpang mencapai 23.404 frekuensi penerbangan. Ini berhasil mengangkut 183.681 penumpang ke berbagai destinasi. Kinerja angkutan udara perintis kargo atau Jembatan Udara juga mencatat 3.056 frekuensi penerbangan dengan muatan kargo 1.859.378 kg.

Angkutan udara perintis saat ini melayani 22 koridor wilayah (korwil) di seluruh Indonesia, dari Sumatera hingga Papua. Sebanyak 10 korwil di antaranya berlokasi di Pulau Papua, menunjukkan fokus pada wilayah timur. Ini memastikan aksesibilitas bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau laut.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian terus mengembangkan jaringan kereta api dengan skema pendanaan non-APBN. Investasi swasta dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Contohnya adalah MRT Jakarta, Skytrain Bandara Soekarno-Hatta, dan LRT Jabodebek.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, menyebutkan lima angkutan perintis yang beroperasi di tahun 2025. Ini meliputi KA Cut Meutia, KA Lembah Anai, LRT Sumatera Selatan, KA Makassar Parepare, serta KA Bathara Kresna. Beberapa kereta perintis sebelumnya bahkan telah meningkat statusnya menjadi KA PSO karena peningkatan okupansi penumpang hingga 70 persen.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi