Prabowo Mau Indonesia Ekspor Beras hingga 2.000 Ton ke Malaysia, Begini Jawaban Bulog
Suyamto menyebut, beras yang akan diekspor ke Malaysia berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog.
Prabowo Mau Indonesia Ekspor Beras hingga 2.000 Ton ke Malaysia, Begini Jawaban BulogDirektur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengekspor beras ke negara tetangga Malaysia sebanyak 2.000 ton. Dia menekankan, Perum Bulog siap merealisasikan rencana Prabowo untuk mengirim beras ke Malaysia.
"Bulog kan operator, kita akan mengikuti kebutuhan dari pemerintah. Kalau ada yang diperintahkan untuk ekspor, ya kita jalankan," kata Suyamto usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Pangan di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, Jumat (16/5).
Suyamto menyebut, beras yang akan diekspor ke Malaysia berasal dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog. Dia menekankan bahwa penggunaan beras CBP merupakan wewenang dari pemerintah.
"Karena beras yang ada di gudang itu adalah beras cadangan pemerintah. Jadi penggunaannya semua tergantung kebutuhan dari pemerintah," tegasnya.
Namun, Suyamto enggan menjawab terkait kemungkinan berkurangnya pasokan beras dalam negeri akibat kegiatan ekspor. Dirinya meminta awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada regulator dalam hal ini Kementerian Pertanian.
"Iya kita tunggu saja kebijakannya. Nah mungkin bisa ditanya ke regulatornya, jangan ke Bulog," tandasnya.
Prabowo Perintahkan Indonesia Ekspor Beras ke Penjuru Dunia, Termasuk Malaysia
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim beras ke sejumlah negara seiring meningkatnya hasil produksi beras dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa beberapa negara telah menyampaikan permintaan resmi untuk membeli beras dari Indonesia.
Presiden juga menekankan bahwa ekspor ini tidak semata-mata bertujuan mencari keuntungan besar. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia kini tampil sebagai bangsa yang mampu memberi kontribusi kepada negara lain, bukan hanya sebagai penerima bantuan.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Indonesia saat ini menguasai stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 3,7 juta ton. Dengan jumlah itu, Indonesia siap melakukan ekspor beras ke sejumlah negara, salah satunya Malaysia sebanyak 2.000 ton per bulan.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, Kementan sudah berbicara langsung dengan Malaysia untuk mengeksekusi rencana ekspor beras tersebut.
Sudaryono menekankan, Indonesia tidak kekurangan stok beras untuk kebutuhan dalam negeri, meskipun membuka peluang ekspor ke berbagai negara.
Namun, dia menambahkan, saat ini belum terjalin kesepakatan kontrak ekspor dari Indonesia ke Malaysia. Kementan juga masih menunggu perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.