PLN NTB Siap Pasang 12.000 Sambungan Listrik Gratis BPBL untuk Warga Tak Mampu
PT PLN (Persero) UIW NTB menargetkan pemasangan 12.000 sambungan listrik gratis melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun 2025. Simak bagaimana PLN NTB memastikan pemerataan energi ini.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kesiapannya untuk memasang 12.000 sambungan listrik gratis. Program ini merupakan bagian dari Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang menyasar rumah tangga tidak mampu di seluruh wilayah NTB. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat rasio elektrifikasi nasional hingga mencapai 100 persen.
Persiapan masif telah dilakukan, termasuk apel pasukan dan peralatan yang digelar serentak di seluruh unit pelaksana se-NTB. General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan personel dan peralatan. Target pemasangan tahap pertama sebanyak 5.475 sambungan diharapkan selesai pada pertengahan November 2025.
Program BPBL ini merupakan kolaborasi strategis antara pemerintah dan PLN untuk menghadirkan keadilan energi. Melalui program ini, masyarakat yang belum mampu melakukan pasang baru listrik akan dibantu, terutama di wilayah terpencil dan pedesaan. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan akses energi.
Komitmen PLN NTB dalam Pemerataan Energi
PLN NTB menunjukkan komitmen kuatnya dalam program BPBL 2025 dengan target 12.000 sambungan listrik gratis. Kuota ini berasal dari anggaran belanja tambahan (ABT) APBN, menandakan dukungan penuh pemerintah. Setiap sambungan mencakup instalasi listrik rumah, pengujian, penyambungan ke jaringan PLN, serta pemberian token perdana bagi pelanggan baru.
Sri Heny Purwanti menjelaskan, "BPBL bukan sekadar program penyambungan listrik, tetapi wujud kehadiran negara dalam membawa keadilan energi bagi seluruh rakyat." Pernyataan ini menegaskan visi besar di balik program tersebut. Program ini diharapkan dapat menjangkau ribuan keluarga yang selama ini kesulitan mengakses listrik.
Untuk memastikan kelancaran program, PLN UIW NTB menerapkan sistem pemantauan terintegrasi. Sistem ini bertujuan untuk mengawasi progres fisik pekerjaan agar sesuai target dan mengantisipasi hambatan di lapangan sejak dini. Koordinasi harian antara unit pelaksana dan mitra kerja menjadi kunci keberhasilan program ini.
Prioritas Keselamatan dan Kualitas Pekerjaan
Selain target kinerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi fokus utama dalam setiap tahapan kegiatan pemasangan sambungan listrik gratis. Pekerjaan instalasi listrik memiliki risiko tinggi, sehingga penerapan standar K3 yang ketat sangat penting. Seluruh petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap.
Pemeriksaan kelayakan peralatan sebelum digunakan serta penerapan metode kerja aman dan disiplin terhadap SOP merupakan hal mutlak. PLN NTB berkomitmen untuk mencapai target tanpa kecelakaan kerja selama pelaksanaan program BPBL 2025. "Keselamatan adalah tanggung jawab bersama," ujar Sri Heny.
PLN juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas fungsi antara PLN, mitra pelaksana, dan masyarakat. Kolaborasi ini krusial untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan dan memastikan setiap sambungan listrik benar-benar bermanfaat. Efisiensi waktu harus berjalan tanpa mengorbankan mutu dan keselamatan kerja yang telah ditetapkan.
Dampak Sosial Ekonomi Listrik untuk Masyarakat
Kehadiran listrik diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di NTB. Akses energi yang merata akan memungkinkan pelaku usaha mikro berkembang lebih baik. Hal ini juga akan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
Anak-anak dapat belajar dengan nyaman di malam hari, dan keluarga secara keseluruhan dapat hidup lebih layak dengan adanya listrik. Sri Heny Purwanti menegaskan, "PLN bukan hanya penyedia listrik, tetapi penyedia kehidupan. Setiap kilowatt energi yang kami alirkan membawa perubahan nyata bagi masyarakat."
Apel gelar pasukan yang diikuti seluruh jajaran manajemen PLN UIW NTB dan 18 mitra kerja pelaksana program menegaskan kesiapan lapangan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mewujudkan semangat "Terangi Negeri, Wujudkan Keadilan Energi." Dengan dukungan penuh, program ini diharapkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal.
Sumber: AntaraNews