Fakta Unik PLTS Sengkol: Pembangkit Surya Terbesar di Lombok Ini Hasilkan 11,5 Juta kWh per Tahun!
PLTS Sengkol di Lombok Tengah menjadi andalan PLN NTB dalam memperkuat sistem kelistrikan. Pembangkit surya terbesar ini tak hanya ramah lingkungan, tapi juga punya dampak sosial yang signifikan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol. Pembangkit ini berkapasitas 5,4 megawatt-peak (MWp) di Kabupaten Lombok Tengah.
Keberadaan PLTS Sengkol sangat vital dalam memperkuat sistem kelistrikan di wilayah selatan Pulau Lombok. Fasilitas ini telah beroperasi secara konsisten sejak tahun 2019.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyatakan bahwa PLTS Sengkol merupakan salah satu proyek energi surya terbesar di Pulau Lombok. Pembangkit ini menjadi wujud nyata komitmen PLN terhadap energi bersih.
Peran Strategis PLTS Sengkol dalam Transisi Energi
PLTS Sengkol, dengan kapasitas 5,4 MWp, menjadi tulang punggung pasokan listrik di Lombok. Pembangkit ini memanfaatkan teknologi canggih berupa solar module monocrystalline dan inverter string.
Teknologi tersebut memungkinkan PLTS Sengkol menghasilkan energi hingga 11,5 juta kWh setiap tahunnya. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik ribuan pelanggan rumah tangga di wilayah tersebut.
"Dengan teknologi solar module monocrystalline dan inverter string, pembangkit ini mampu menghasilkan energi hingga 11,5 juta kWh per tahun, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik ribuan pelanggan rumah tangga dengan sumber daya yang sepenuhnya ramah lingkungan," jelas Sri Heny Purwanti.
Energi bersih yang dihasilkan PLTS Sengkol tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Langkah ini juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon, sejalan dengan target nasional net zero emission pada tahun 2060.
Menjaga Keandalan Operasional dan Dampak Sosial
Untuk memastikan operasional yang optimal dan keandalan pasokan, PLN menerapkan sistem pemantauan digital yang komprehensif. Perawatan rutin juga dilakukan, meliputi IV Scanning dan pengujian transformator.
Sistem real time monitoring berbasis data menjadi kunci dalam menjaga kinerja PLTS Sengkol. Pendekatan ini memungkinkan pembangkit beroperasi optimal di tengah kondisi cuaca tropis yang dinamis.
PLN juga aktif dalam program pemberdayaan sosial di sekitar wilayah operasional PLTS Sengkol. Melalui program Sustainability Women Empowerment, PLN mendukung pengembangan UMKM lokal.
Selain itu, edukasi energi hijau bagi generasi muda juga digalakkan melalui inisiatif Green Energy Goes to Campus. "Kami percaya keberhasilan energi bersih tidak hanya diukur dari jumlah listrik yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak sosial dan kesadaran masyarakat yang tumbuh bersama," kata Heny.
Pengakuan Nasional dan Komitmen Berkelanjutan
Komitmen PLN dalam pengelolaan PLTS Sengkol telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Pembangkit ini berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi.
Penghargaan tersebut antara lain CSR Asia Award 2024, RoSPA Award, dan penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini membuktikan pengelolaan pembangkit yang berkelanjutan.
Pengakuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PLTS Sengkol di NTB dikelola dengan prinsip keberlanjutan dan inovasi. PLN terus berupaya menjadi pelopor energi bersih.
"Kami ingin tumbuh bersama media dalam menyampaikan pesan positif tentang transisi energi bersih. Dengan kolaborasi, kita bisa memastikan Indonesia tidak hanya terang, tapi juga hijau dan berkelanjutan," tutup Heny.
Sumber: AntaraNews