Program Light Up The Dream, Masyarakat Tak Mampu Dapat Sambungan Listrik Gratis
Program LUTD menjadi bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur berkolabrasi dalam program sosial Light Up The Dream (LUTD). Melalui program ini, rumah-rumah warga Dusun Andelan, Desa Sumberkencono, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi kini menikmati listrik gratis.
Program LUTD menjadi bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, yang tahun ini mengusung tema 'Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan'. Melalui kegiatan ini, insan PLN EPI melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN EPI secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat yang belum tersambung listrik secara mandiri dan legal.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto menyebutkan, penyalaan listrik ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, melainkan manifestasi nyata dari semangat 'energi berkeadilan' yang menjadi semangat kerja PLN Group.
"Listrik adalah fondasi kemajuan. Setiap sambungan baru berarti kesempatan baru bagi anak yang belajar, bagi ibu yang berusaha, dan bagi keluarga yang ingin tumbuh," ujar Rakhmad.
"Program ini lahir dari hati para pegawai PLN yang ingin membantu setiap rumah, sekecil apa pun, punya hak untuk menikmati terang."
Rakhmad menambahkan, kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi erat antara PLN EPI, PLN UID Jawa Timur dan PLN UP3 Banyuwangi sebagai bagian dari sinergi PLN Grup dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salurkan Pake Sembako
Selain sambungan listrik gratis, PLN EPI juga menyalurkan 70 paket sembako bagi warga Desa Sumberkencono dan Warga sekitar Taman Nasional Baluran yang tidak mampu sebagai bentuk kepedulian sosial.
SRM Keuangan PLN UID Jawa Timur, Ema May Rizal, yang hadir mewakili General Manager, menyampaikan bahwa di Jawa Timur sendiri, lebih dari 1.600 keluarga telah menikmati manfaat program LUTD, sementara pada momentum HLN ke-80 ini, sebanyak 304 pelanggan baru mendapat sambungan listrik gratis termasuk 38 di Banyuwangi, di mana 21 di antaranya berada di Kecamatan Wongsorejo.
"Listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tapi juga penanda kemajuan peradaban. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," katanya.
Keterbatasan Biaya
Kepala Desa Sumberkencono, Kusnan, menyampaikan apresiasinya kepada PLN EPI, PLN UID Jatim dan PLN UP3 Banyuwangi atas kepeduliannya terhadap masyarakat desa. Menurutnya, kehadiran listrik di rumah warga bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat kecil.
"Selama ini banyak warga yang belum punya listrik sendiri karena keterbatasan biaya. Program dari PLN ini benar-benar membawa perubahan nyata. Warga jadi lebih semangat, dan anak-anak bisa belajar lebih lama di malam hari," ujar Kusnan
Kini, deretan rumah di Dusun Andelan tampak bercahaya setiap malam, sederhana, namun penuh makna.