Berbagi Cahaya: PLN Konawe Beri Listrik Gratis untuk 10 Keluarga Prasejahtera
PT PLN (Persero) melalui donasi insan PLN berhasil menerangi 10 keluarga prasejahtera di Kabupaten Konawe, Sultra, dengan program Light Up The Dream (LUTD). Inisiatif PLN Konawe ini wujudkan mimpi akses listrik.
PT PLN (Persero) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu di Indonesia. Melalui donasi para insan PLN, sepuluh keluarga prasejahtera di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kini dapat menikmati akses listrik gratis. Bantuan ini disalurkan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional baru-baru ini.
Program bernama Light Up The Dream (LUTD) ini merupakan inisiatif mulia dari pegawai PLN. Tujuannya adalah meringankan beban masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Inisiatif ini memastikan energi yang berkeadilan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Penyalaan listrik secara resmi dilakukan sehari sebelumnya dengan tajuk "Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan". Insan PLN turun langsung ke lapangan untuk membantu pemasangan. Mereka berupaya mewujudkan mimpi keluarga yang sebelumnya hidup dalam kegelapan.
Light Up The Dream: Wujudkan Akses Listrik Berkeadilan
Program Light Up The Dream (LUTD) menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mewujudkan energi berkeadilan. Program ini sepenuhnya didanai oleh donasi sukarela dari para pegawai PLN. Tujuannya adalah membantu keluarga prasejahtera mendapatkan sambungan listrik gratis.
General Manager PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan bahwa Hari Pahlawan menjadi momentum tepat. Momen ini digunakan untuk menanamkan nilai kepahlawanan melalui aksi nyata. "Salah satu upaya PLN adalah berbagi kebahagiaan dengan mewujudkan mimpi keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia untuk merasakan energi yang berkeadilan melalui Light Up The Dream," ujar Edyansyah.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, insan PLN UID Sulselrabar telah berhasil menyalakan mimpi 5.866 keluarga. Jumlah tersebut tersebar di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Keberhasilan ini menunjukkan dampak positif dari semangat berbagi.
Edyansyah juga menekankan pentingnya listrik bukan hanya sebagai penerang. Listrik memiliki peran vital dalam peningkatan ekonomi dan pendidikan. "Dengan adanya listrik, anak-anak dapat belajar lebih baik, dan kebutuhan dasar keluarga dapat terpenuhi," tambahnya, menegaskan tujuan mulia program ini.
Syukur dan Apresiasi dari Penerima Manfaat PLN Konawe
Salah satu penerima manfaat dari program Light Up The Dream di Kabupaten Konawe adalah Sofyanto. Seorang tukang kebun ini mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pemasangan listrik gratis. Baginya, akses listrik mandiri merupakan impian lama yang kini terwujud nyata.
Sebelum menerima bantuan dari PLN Konawe, Sofyanto mengaku harus menyalur listrik dari tetangga. Kondisi ini tentu membatasi penggunaan listrik sehari-hari. "Terima kasih kepada pegawai PLN atas bantuan listrik gratis ini. Sekarang, dengan adanya meteran kWh sendiri, saya bisa menikmati listrik dengan lebih leluasa. Semoga hal ini bermanfaat bagi kehidupan keluarga kami," ungkap Sofyanto penuh haru.
Apresiasi serupa juga datang dari Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa. Ia hadir langsung dalam penyalaan simbolis di Konawe. Ali Masykur menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi.
Sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional, PLN memiliki tanggung jawab besar. Tanggung jawab tersebut adalah memastikan akses listrik dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. "Kegiatan ini mencerminkan kepedulian dan solidaritas insan PLN. Melalui LUTD, PLN ingin memastikan seluruh keluarga di Indonesia dapat memanfaatkan listrik untuk kehidupan yang lebih baik," pungkas Ali Masykur.
Sumber: AntaraNews