PLN Manado Bantu Listrik Gratis untuk 31 Keluarga Prasejahtera, Wujudkan Mimpi di Bulan Ramadan
PLN Manado bantu listrik gratis bagi 31 keluarga prasejahtera melalui program 'Light Up The Dream', membawa terang dan harapan di bulan suci Ramadan. Simak detail inisiatif mulia ini.
PT PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado telah meluncurkan inisiatif sosial yang signifikan. Sebanyak 31 keluarga prasejahtera di Sulawesi Utara menerima bantuan sambungan listrik gratis. Program ini diberi nama "Light Up The Dream" dan bertujuan menerangi rumah tangga yang membutuhkan.
Inisiatif mulia ini merupakan hasil kolaborasi antara donasi sukarela dari pegawai PLN dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Program ini secara khusus menyasar warga yang belum memiliki meteran listrik sendiri. Mereka selama ini masih harus menyambung listrik dari tetangga karena keterbatasan ekonomi.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menyatakan program ini juga menjadi bagian dari upaya menebar kebaikan. Pelaksanaannya bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang penuh berkah. Kehadiran listrik gratis diharapkan dapat mewujudkan mimpi banyak keluarga.
Misi Kemanusiaan PLN Manado di Balik Terang Listrik
Usman Bangun menegaskan bahwa program "Light Up The Dream" adalah bukti nyata misi PLN yang lebih luas dari sekadar bisnis kelistrikan. PLN juga membawa misi kemanusiaan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Energi listrik diharapkan menjadi jembatan kesejahteraan bagi semua lapisan.
Melalui inisiatif ini, insan PLN menyisihkan sebagian penghasilannya secara sukarela untuk membantu sesama. Kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN memperkuat jangkauan program. Bantuan ini diharapkan membawa manfaat besar bagi para penerima di Manado dan sekitarnya.
Program ini secara khusus menargetkan keluarga yang selama ini kesulitan mengakses listrik mandiri. Banyak di antara mereka terpaksa menumpang sambungan dari tetangga dengan biaya bulanan. Kondisi ini seringkali memberatkan dan membatasi aktivitas sehari-hari mereka.
Progres dan Dampak Positif Program Light Up The Dream
Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN, Maman Sulaeman, melaporkan progres positif dari pelaksanaan program ini. Dari total target 31 keluarga prasejahtera, sebanyak 11 keluarga atau pelanggan sudah berhasil dipasang listrik gratis. Proses pemasangan terus berlanjut untuk mencapai target keseluruhan, menunjukkan komitmen PLN dalam pemerataan akses energi.
Kehadiran listrik mandiri ini diharapkan dapat menopang aktivitas ekonomi keluarga penerima secara signifikan. Anak-anak kini bisa belajar lebih baik di malam hari tanpa terkendala penerangan yang minim atau tidak ada sama sekali. Para ibu juga berkesempatan untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil dari rumah, seperti menjahit atau membuat makanan, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan keluarga.
Sebelumnya, banyak keluarga prasejahtera menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan listrik. Mereka seringkali harus bergantung pada tetangga, yang tidak hanya menimbulkan biaya bulanan tetapi juga keterbatasan dalam penggunaan. Kondisi ini menghambat produktivitas dan kualitas hidup.
Salah seorang penerima bantuan di Desa Wori, Susanti, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. Selama puluhan tahun, ia harus menumpang aliran listrik dari tetangga dan membayar biaya sebesar Rp 60.000 setiap bulan. Kini, ia memiliki meteran listrik sendiri berkat kebaikan PLN, sebuah perubahan yang sangat berarti bagi kehidupannya.
"Puluhan tahun saya hanya menumpang aliran listrik. Sekarang berkat kebaikan pihak PLN, saya punya meteran sendiri. Terima kasih PLN, semoga seluruh pegawainya diberkahi, terutama dalam bulan puasa ini," ujar Susanti. Pengalaman ini secara jelas menunjukkan betapa besar dampak positif program ini bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sumber: AntaraNews