Gubernur Sultra Salurkan Bantuan Pertanian Buton Rp2,1 Miliar, Tingkatkan Ketahanan Pangan

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyalurkan Bantuan Pertanian Buton senilai Rp2,1 miliar dan meresmikan program listrik gratis, wujudkan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Sultra Salurkan Bantuan Pertanian Buton Rp2,1 Miliar, Tingkatkan Ketahanan Pangan
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyalurkan Bantuan Pertanian Buton senilai Rp2,1 miliar dan meresmikan program listrik gratis, wujudkan kesejahteraan masyarakat. (AntaraNews)

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka baru-baru ini menyalurkan bantuan signifikan untuk sektor pertanian di Kabupaten Buton. Total bantuan mencapai Rp2,1 miliar, ditujukan kepada kelompok tani setempat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja dan Safari Ramadhan Gubernur di Masjid Nurul Yaqin, Kabupaten Buton, pada Jumat (06/3). Selain bantuan pertanian, acara tersebut juga menandai peresmian Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga tidak mampu. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

Bantuan pertanian yang disalurkan meliputi berbagai alat mesin pertanian (alsintan) modern, seperti mesin panen padi dan traktor. Program BPBL juga menjadi fokus utama, menjangkau ratusan keluarga di Buton. Seluruh program ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Buton.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah. Tujuannya adalah memastikan program pembangunan dapat menyentuh langsung kebutuhan para petani di lapangan. Sektor pertanian menjadi prioritas utama untuk mendukung kemandirian ekonomi daerah.

Bantuan senilai Rp2,1 miliar tersebut mencakup beragam alat mesin pertanian yang sangat dibutuhkan. Di antaranya adalah mesin panen padi, satu unit traktor roda empat, serta dua unit traktor roda dua. Alat-alat ini diharapkan mampu mempercepat proses produksi dan mengurangi beban kerja petani.

Selain penyediaan alsintan, pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan jalan usaha tani. Pembangunan infrastruktur ini krusial untuk mempermudah akses distribusi hasil bumi dari lahan pertanian ke pasar. Akses yang lebih baik akan meningkatkan efisiensi dan nilai jual produk pertanian.

"Bantuan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan program pembangunan menyentuh langsung kebutuhan warga, khususnya para petani di lapangan," kata Gubernur Sultra Andi Sumangerukka. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan produktivitas pertanian di Buton dapat meningkat secara signifikan.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga meresmikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk rumah tangga tidak mampu. Program ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, meliputi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Pemprov Sultra, dan Pemkab Buton. Kolaborasi ini menunjukkan upaya bersama dalam pemerataan akses energi.

Untuk wilayah Kabupaten Buton, alokasi program BPBL pada tahun anggaran 2025 sangat substansial. Sebanyak 926 sambungan rumah tangga akan mendapatkan manfaat dari program ini. Sambungan tersebut tersebar di tujuh kecamatan berbeda, menunjukkan cakupan yang luas.

Distribusi alokasi BPBL menunjukkan fokus pada daerah dengan kebutuhan tinggi. Kecamatan Pasarwajo menerima alokasi terbanyak, yaitu 315 rumah tangga. Sementara itu, Kecamatan Siotapina juga mendapatkan porsi besar dengan 217 rumah tangga yang akan terlistriki.

Program BPBL ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Akses listrik yang memadai sangat penting untuk pendidikan, ekonomi rumah tangga, dan aktivitas sehari-hari. Ini adalah langkah konkret menuju pemerataan pembangunan.

Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari berbagai bantuan ini. Tujuannya adalah peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga di daerah. Pembangunan yang inklusif menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

Sebagai bentuk kepedulian pribadi, Gubernur juga menyerahkan 150 paket sembako kepada masyarakat. Penyerahan ini dilakukan untuk membantu warga yang membutuhkan selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Aksi sosial ini melengkapi program pembangunan yang lebih besar.

"Melalui berbagai bantuan ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga di daerah," sebut Andi Sumangerukka. Inisiatif ini juga bertujuan mendorong kemandirian ekonomi.

Kegiatan ini secara keseluruhan diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Khususnya, sektor agraris yang merupakan salah satu penopang utama ekonomi di Kabupaten Buton akan semakin kuat. Dukungan ini diharapkan menciptakan efek domino positif bagi seluruh warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi