ESDM dan PLN Salurkan 13.891 Sambungan Listrik Gratis di NTT Sepanjang 2025: Wujudkan Keadilan Energi

Kementerian ESDM dan PT PLN berhasil menyalurkan 13.891 sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025, wujud nyata keadilan energi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
ESDM dan PLN Salurkan 13.891 Sambungan Listrik Gratis di NTT Sepanjang 2025: Wujudkan Keadilan Energi
Kementerian ESDM dan PT PLN berhasil menyalurkan 13.891 sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera di Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025, wujud nyata keadilan energi. (AntaraNews)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) mencatat pencapaian signifikan dalam upaya pemerataan akses energi di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 13.891 sambungan listrik gratis telah berhasil disalurkan kepada keluarga prasejahtera di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dan BUMN dalam mewujudkan keadilan energi serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di kepulauan tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, F Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa penyaluran sambungan listrik gratis ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah pusat, PT PLN, serta partisipasi aktif dari pegawai PLN, memungkinkan jangkauan program ini hingga ke rumah tangga prasejahtera di berbagai kabupaten dan kota di NTT. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan akses energi.

Eko Sulistyono menegaskan, "Program sambungan listrik gratis merupakan wujud komitmen PLN bersama pemerintah dalam menghadirkan akses energi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat." Ia menambahkan, kehadiran listrik diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Komitmen kuat untuk menghadirkan akses energi yang merata diwujudkan melalui berbagai program bantuan sambungan listrik gratis. Program ini secara khusus menyasar keluarga prasejahtera yang belum memiliki kemampuan untuk memasang listrik secara mandiri, memastikan bahwa tidak ada lagi rumah tangga yang tertinggal dalam menikmati fasilitas dasar ini. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dimulai dari ketersediaan energi.

Kehadiran listrik memiliki dampak multidimensional yang sangat besar bagi masyarakat. Selain sebagai penerangan, listrik membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kenyamanan hidup, dan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Ini menjadi fondasi penting dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal, mendukung pendidikan anak-anak, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kepala Dinas ESDM Provinsi NTT, Rosye Maria Hedwine, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Kementerian ESDM dan PLN. "Dengan adanya listrik di rumah, masyarakat dapat mempermudah aktivitas sehari-hari, meningkatkan ekonomi rumah tangga, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak yang bisa belajar lebih lama pada malam hari," ujarnya. Rosye juga mengapresiasi dukungan PLN terhadap program pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung Dasa Cita ke-7 Pemerintah Provinsi NTT.

Realisasi 13.891 sambungan listrik gratis di NTT sepanjang tahun 2025 berasal dari beberapa sumber program yang berbeda. Keragaman sumber ini menunjukkan upaya komprehensif dari berbagai pihak untuk memastikan cakupan bantuan yang luas. Setiap program memiliki fokus dan sumber pendanaan yang spesifik, namun dengan tujuan akhir yang sama: menerangi rumah-rumah keluarga prasejahtera.

Sebanyak 10.000 sambungan listrik gratis merupakan bagian dari Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM. Program BPBL ini dirancang khusus untuk membantu masyarakat yang secara ekonomi belum mampu membayar biaya pemasangan listrik awal. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan hak dasar masyarakat terpenuhi.

Selain itu, 3.624 sambungan berasal dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sosial. Sementara itu, 467 sambungan lainnya berasal dari Program Light Up The Dream (LUTD), sebuah inisiatif yang bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN. Program LUTD ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian internal perusahaan terhadap sesama.

Dampak positif dari program sambungan listrik gratis ini sangat dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat. Plt Lurah Naioni, Albertinus Rohi Kana, menyampaikan apresiasi serupa, "Bantuan listrik ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga yang selama ini belum mampu memasang listrik sendiri. Ini bentuk kepedulian nyata negara dan PLN." Pengakuan ini menegaskan bahwa program tersebut menjawab kebutuhan dasar yang krusial.

Salah satu penerima manfaat program LUTD, Geli Grardus (60), warga Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, berbagi pengalamannya. "Dulu rumah saya gelap dan harus menumpang listrik tetangga. Sekarang sudah terang. Terima kasih PLN yang sudah membantu pasang listrik gratis di rumah saya," ungkapnya. Kisah Geli Grardus menjadi bukti nyata bagaimana akses listrik dapat mengubah kualitas hidup menjadi lebih layak dan mandiri.

Dengan realisasi program ini, PLN UIW NTT turut mendorong peningkatan rasio elektrifikasi Provinsi NTT yang kini telah mencapai 96,48 persen. Program sambungan listrik gratis ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi pertumbuhan sosial-ekonomi, menciptakan lingkungan yang lebih produktif, dan meningkatkan kesejahteraan di seluruh wilayah NTT. Upaya ini adalah investasi penting untuk masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi