Pertamina Pastikan Ketersediaan Energi di Kepri Jelang Lebaran 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengoptimalkan infrastruktur energi di Kepri. Ini demi memastikan distribusi BBM dan LPG lancar selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, penuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) telah mengambil langkah antisipatif untuk menjamin ketersediaan energi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap lancar di seluruh wilayah kepulauan tersebut. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus menjadi inti dari strategi pengawasan dan distribusi energi.
Satgas Ramadhan dan Idul Fitri ini bertugas memantau secara intensif ketersediaan stok serta kelancaran penyaluran energi di seluruh Kepri, mengingat peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan serta potensi kendala distribusi yang mungkin timbul selama masa puncak konsumsi. Seluruh sarana dan prasarana distribusi telah disiagakan secara optimal.
Sales Area Manager Retail Kepulauan Riau, Bagus Handoko, menyatakan bahwa Pertamina telah melakukan penumpukan stok BBM dan LPG. Selain itu, kesiapan infrastruktur distribusi juga dipastikan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal. Komitmen ini menegaskan keseriusan Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan energi di Kepri.
Optimalisasi Infrastruktur dan Kesiapan Distribusi Pertamina Lebaran Kepri
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah menyiagakan berbagai sarana infrastruktur penting di Kepulauan Riau untuk mendukung kelancaran distribusi energi. Fasilitas yang disiapkan mencakup 53 SPBU reguler, 18 SPBU kompak, 3 SPBU mini, 5 SPBU nelayan, serta 23 Pertashop. Selain itu, terdapat 12 SPBU Satu Harga yang turut berperan dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Dukungan distribusi energi juga diperkuat dengan keberadaan sejumlah terminal BBM strategis di Kepri. Terminal-terminal ini meliputi Fuel Terminal Batam, Fuel Terminal Kijang (Bintan), Fuel Terminal Natuna, serta Integrated Terminal Tanjung Uban (Bintan). Keempat terminal ini berfungsi sebagai tulang punggung utama dalam menjamin pasokan energi yang stabil bagi seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Penguatan infrastruktur ini menjadi langkah krusial mengingat karakteristik geografis Kepri yang didominasi oleh wilayah kepulauan. Kondisi ini menuntut adanya sistem distribusi energi yang sangat andal dan efisien. Dengan demikian, Pertamina berupaya memastikan bahwa tidak ada wilayah yang mengalami kekurangan pasokan selama periode penting ini.
Proyeksi Peningkatan Konsumsi dan Layanan Tambahan
Berdasarkan tren konsumsi pada periode Satgas sebelumnya, Pertamina memproyeksikan adanya peningkatan permintaan produk energi di Kepri selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Konsumsi produk gasoline seperti Pertalite dan Pertamax diperkirakan akan meningkat sekitar dua hingga sembilan persen, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Selain BBM, konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) juga diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan. Pertamina memperkirakan peningkatan sekitar tiga hingga 3,3 persen dibandingkan kondisi normal, seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga selama Ramadhan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan layanan tambahan di wilayah dengan mobilitas tinggi. “Pada periode Satgas Ramadhan dan Idul Fitri ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyiapkan 16 SPBU Siaga 24 jam, 8 Agen LPG Siaga, serta 13 unit mobil tangki standby sebagai cadangan suplai BBM. Layanan ini disiapkan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi serta memberikan kenyamanan selama perjalanan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw.
Pemantauan Intensif di Wilayah Atensi
Pertamina juga melakukan pemantauan ketat di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian khusus di Kepulauan Riau. Wilayah atensi ini meliputi Natuna, Anambas, dan Lingga. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala distribusi yang mungkin muncul akibat kondisi geografis atau faktor lainnya.
Tujuan utama dari pemantauan intensif ini adalah untuk memastikan bahwa layanan energi tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Dengan demikian, masyarakat di pulau-pulau terpencil pun dapat mengakses BBM dan LPG dengan mudah selama periode Ramadhan dan Idul Fitri. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Pertamina menjaga keandalan pasokan energi.
Melalui seluruh upaya terkoordinasi ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat Kepulauan Riau. Kesiapan infrastruktur, proyeksi konsumsi, dan layanan tambahan menjadi bukti keseriusan dalam menghadapi peningkatan kebutuhan energi selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Sumber: AntaraNews