Pertamina Pastikan Stok BBM Papua Tengah Aman Jelang Lebaran 1447 H
PT Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan stok BBM Papua Tengah dan LPG selama periode Lebaran 1447 Hijriah, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dan distribusi berjalan lancar.
PT Pertamina Patra Niaga telah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Papua Tengah. Jaminan ini disampaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode penting Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Penjaminan pasokan ini bertujuan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu selama momentum Lebaran.
Muh Rinaldi Suryanto, Sales Branch Manager Papua Tengah 1 Pertamina Patra Niaga, menyatakan bahwa stok BBM di wilayah tersebut didukung oleh dua terminal bahan bakar utama. Terminal ini berlokasi strategis di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika, yang menjadi tulang punggung distribusi energi.
Kedua terminal ini memiliki cakupan layanan yang luas, memastikan distribusi BBM menjangkau berbagai kabupaten di Papua Tengah. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan kelangkaan pasokan menjelang dan selama perayaan hari raya keagamaan tersebut.
Jaringan Distribusi dan Ketahanan Stok BBM Papua Tengah
Dua terminal bahan bakar strategis menjadi penopang utama distribusi energi di Papua Tengah. Fuel Terminal Nabire bertanggung jawab melayani kebutuhan BBM untuk wilayah Kabupaten Nabire, Dogiyai, Paniai, dan Deyai. Sementara itu, Fuel Terminal Timika mendukung distribusi ke Kabupaten Mimika, Puncak, Puncak Jaya, serta Intan Jaya. Jaringan distribusi yang terstruktur ini memastikan pasokan energi dapat menjangkau daerah-daerah terpencil.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa ketahanan stok BBM dan LPG di Papua Tengah berada dalam kondisi aman untuk memenuhi lonjakan permintaan. Stok LPG saat ini mampu bertahan hingga sekitar 15 hari dengan rata-rata konsumsi harian 20 metrik ton. Ketersediaan ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Untuk minyak tanah, ketahanan stok mencapai delapan hari dengan konsumsi sekitar 56 ton liter per hari. Sementara itu, stok Pertalite memiliki ketahanan tujuh hari dengan konsumsi harian sekitar 199 ton liter. Pertamax menunjukkan ketahanan yang lebih baik, yaitu 10 hari, dengan konsumsi harian sekitar 47 ton liter. Stok solar atau dexlite mencukupi untuk lima hari dengan konsumsi harian mencapai 572 ton liter. Bahkan, avtur untuk kebutuhan penerbangan memiliki ketahanan stok sekitar 13 hari dengan rata-rata konsumsi harian 234 ton liter.
Angka ketahanan stok ini bersifat dinamis karena Pertamina secara proaktif melakukan penambahan pasokan secara rutin. Penambahan ini dilakukan ketika stok mulai mendekati batas aman di masing-masing fuel terminal. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan, karena pasokan terus dijaga. Ini adalah bagian dari upaya Pertamina memastikan stok BBM Papua Tengah tetap aman.
Antisipasi Peningkatan Konsumsi dan Strategi Pertamina
Pertamina memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 25 Maret 2026. Seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat, konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax diperkirakan akan meningkat sekitar 7,2 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal. Kenaikan ini menjadi perhatian utama dalam menjaga ketersediaan stok BBM Papua Tengah.
Di sisi lain, konsumsi solar diproyeksikan menurun sekitar 10,8 persen dibandingkan hari normal, mengingat pembatasan operasional angkutan barang. Namun, kebutuhan avtur diperkirakan meningkat 8,6 persen seiring dengan peningkatan frekuensi penerbangan. Konsumsi LPG juga diprediksi naik signifikan sebesar 14,3 persen, dan minyak tanah naik sekitar 9,6 persen, mencerminkan peningkatan aktivitas rumah tangga selama Lebaran.
Untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode Lebaran, seluruh fuel terminal Pertamina di Papua Tengah akan beroperasi penuh. Penyaluran energi ini akan dilakukan melalui 81 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), lima agen LPG, serta 11 agen minyak tanah bersubsidi yang tersebar di seluruh wilayah Papua Tengah. Langkah ini diambil untuk menjamin aksesibilitas masyarakat terhadap energi.
Selain itu, Pertamina juga telah menambah armada distribusi dengan menyiapkan 10 unit mobil tangki tambahan. Penambahan armada ini bertujuan untuk memperkuat pasokan BBM ke SPBU selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Upaya ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan energi di Papua Tengah. Ini adalah bagian integral dari strategi menjaga stok BBM Papua Tengah tetap stabil.
Sumber: AntaraNews