Pertamina Patra Niaga Jamin Keandalan Pasokan Avtur Haji 2026 di Seluruh Embarkasi
PT Pertamina Patra Niaga memastikan keandalan pasokan avtur Haji 2026 untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan jamaah calon haji di seluruh Indonesia, termasuk Banjarmasin, dengan sistem rantai pasok terintegrasi.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan avtur selama musim Haji 2026. Langkah ini diambil untuk mendukung penuh kelancaran operasional penerbangan jamaah calon haji (JCH) di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di embarkasi Banjarmasin. Keandalan energi penerbangan merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji berskala nasional, mengingat tingginya frekuensi penerbangan dalam waktu yang terbatas.
Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem rantai pasok yang terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk menjamin ketersediaan avtur secara optimal selama periode haji. Kesiapan ini menjadi prioritas utama demi memastikan perjalanan ibadah para jamaah berjalan dengan aman dan lancar.
Pertamina Patra Niaga secara nasional telah mengalokasikan lebih dari 80 ribu kiloliter avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan haji. Dukungan ini diperkuat dengan infrastruktur yang memadai serta personel yang selalu siaga. Hal ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam melayani kebutuhan energi vital bagi penerbangan haji.
Sistem Rantai Pasok Terintegrasi Pertamina Patra Niaga
Untuk memastikan kelancaran Pasokan Avtur Haji 2026, Pertamina Patra Niaga telah menerapkan sistem rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sistem ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari kilang, fuel terminal, aviation fuel terminal, hingga layanan into-plane. Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa langkah ini dilakukan agar operasional penerbangan haji berjalan aman, tepat waktu, serta sesuai dengan standar layanan penerbangan yang berlaku.
Kesiapan ini bukan hanya sekadar penyediaan kuantitas, tetapi juga kualitas avtur yang terjamin. Setiap titik layanan penerbangan haji dipastikan mendapatkan suplai yang handal. Dengan demikian, risiko gangguan pasokan dapat diminimalisir secara signifikan, mendukung jadwal penerbangan yang ketat selama musim haji.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga menyiapkan lebih dari 80 ribu kiloliter avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan haji di seluruh Indonesia. Angka ini mencerminkan skala operasi yang besar dan kompleksitas logistik yang berhasil dikelola perusahaan. Dukungan infrastruktur dan personel siaga menjadi tulang punggung dalam menjaga keandalan pasokan ini.
Kesiapan Regional dan Satgas Haji 2026
Di wilayah Kalimantan, Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor memegang peran strategis dalam memastikan keandalan distribusi avtur. Pelaksanaan pengisian perdana penerbangan haji 1447 Hijriah di AFT Syamsudin Noor menjadi bukti nyata kesiapan Pertamina Patra Niaga di tingkat regional. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyatakan bahwa kesiapan ini diperkuat melalui pembentukan Satgas Haji 2026.
Satgas Haji 2026 bertugas untuk memantau dan mengkoordinasikan seluruh aktivitas terkait Pasokan Avtur Haji 2026. Tim ini memastikan bahwa setiap detail logistik dan operasional berjalan sesuai rencana. Keberadaan satgas ini menunjukkan pendekatan proaktif Pertamina dalam mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama periode haji.
Edi Mangun menambahkan, seluruh proses penyaluran avtur mengedepankan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), keandalan operasional, dan ketepatan waktu. Prinsip-prinsip ini sangat vital guna menjamin keselamatan penerbangan jamaah. Dengan demikian, setiap tetes energi yang disalurkan merupakan bagian dari tanggung jawab besar Pertamina dalam mendukung perjalanan ibadah jamaah calon haji secara aman dan lancar.
Sumber: AntaraNews