Koperasi Tani Banyuasin Bangun SPBU Pertanian Satu Harga, Jamin Pasokan BBM Petani
Koperasi Petani Tuah Selebar Daun di Banyuasin berinisiatif membangun SPBU Pertanian Satu Harga untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga BBM bagi petani, menjamin pasokan energi saat panen.
Koperasi Petani Tuah Selebar Daun di Desa Telang Makmur, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mengambil langkah strategis dengan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertanian Satu Harga. Inisiatif ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan serta keterjangkauan energi bagi para petani di wilayah tersebut. Pembangunan SPBU Pertanian Satu Harga Banyuasin ini menjadi solusi atas permasalahan pasokan bahan bakar yang kerap menghambat aktivitas pertanian, terutama saat musim panen tiba.
Ketua Koperasi Tuah Selebar Daun, Sumartono, menjelaskan bahwa keberadaan SPBU ini merupakan kebutuhan mendesak bagi petani yang selama ini kesulitan mengakses bahan bakar. Saat musim panen, kebutuhan BBM meningkat drastis sementara ketersediaan terbatas, menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga. Situasi ini tentu sangat membebani para petani yang bergantung pada alat dan mesin pertanian.
Pembangunan SPBU Pertanian Satu Harga ini dilakukan secara mandiri oleh koperasi dengan dukungan fasilitasi pemerintah, khususnya dalam hal legalitas dan akses pembiayaan perbankan. Harapannya, dengan adanya fasilitas ini, petani di Banyuasin tidak lagi direpotkan oleh masalah bahan bakar yang mahal dan sulit didapat, sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.
Mengatasi Kelangkaan dan Harga Tinggi BBM
Sebelum adanya SPBU Pertanian Satu Harga Banyuasin ini, petani di wilayah tersebut harus membeli bahan bakar dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga di perkotaan. Harga Pertalite di tingkat petani bisa mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 per liter, sementara solar sekitar Rp12.000 per liter. Angka ini menunjukkan beban operasional yang signifikan bagi petani, yang pada akhirnya mengurangi pendapatan mereka.
Dengan beroperasinya SPBU Pertanian Satu Harga, distribusi bahan bakar diharapkan menjadi lebih stabil dan biaya operasional petani dapat ditekan secara signifikan. Berdasarkan perhitungan awal, petani berpotensi memperoleh tambahan keuntungan hingga Rp5 juta per hektare. Angka ini tentu sangat berarti untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong sektor pertanian lokal di Banyuasin.
Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan BBM yang terjamin akan memberikan kepastian bagi petani dalam merencanakan dan menjalankan aktivitas pertanian mereka. Ini juga akan mengurangi praktik penimbunan atau penjualan BBM ilegal dengan harga tinggi yang sering terjadi saat kelangkaan. Ketersediaan energi yang terjangkau adalah kunci untuk menjaga roda ekonomi pertanian tetap berputar.
Akses Khusus dan Pengawasan Distribusi
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Ayub Ritto, mengungkapkan bahwa selama ini petani memperoleh BBM dari SPBU umum menggunakan surat rekomendasi. Namun, mereka seringkali harus antre panjang dan menjadi prioritas berikutnya setelah kendaraan umum. Kondisi ini tentu membuang waktu dan tenaga petani yang seharusnya fokus pada pekerjaannya.
Kehadiran SPBU Pertanian Satu Harga Banyuasin ini memberikan akses khusus bagi petani, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan kendaraan umum. Konsep SPBU Pertanian serupa dengan SPBU Nelayan (SPBUN), yakni melayani kebutuhan sektor utama namun tetap dapat melayani masyarakat sekitar sesuai ketentuan yang berlaku. Ini menunjukkan komitmen untuk mendukung sektor vital seperti pertanian dan perikanan.
Pertamina juga akan menyesuaikan kapasitas pasokan berdasarkan kebutuhan yang telah terdata melalui dinas pertanian setempat. Pengawasan distribusi akan dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa BBM disalurkan tepat sasaran dan sesuai peruntukannya. Ayub Ritto menegaskan, jika tidak sesuai peruntukan, subsidi bahan bakar tidak akan diberikan, menjamin efektivitas program SPBU Pertanian Satu Harga ini.
Mekanisme Penyaluran dan Jenis BBM
Dari sisi distribusi, BBM akan disalurkan dengan skema yang menyesuaikan kondisi geografis wilayah Banyuasin, termasuk kemungkinan pengiriman melalui jalur sungai. Inovasi ini penting mengingat karakteristik geografis daerah yang mungkin memiliki akses terbatas melalui jalur darat. Harga BBM dipastikan tetap sama dengan harga yang berlaku di SPBU wilayah perkotaan, menjaga prinsip "Satu Harga" pada SPBU Pertanian Satu Harga Banyuasin.
Jenis BBM yang akan disalurkan pada tahap awal meliputi solar dan pertalite, yang merupakan kebutuhan utama untuk alat dan mesin pertanian. Pemilihan jenis BBM ini didasarkan pada survei kebutuhan petani dan jenis peralatan yang umum digunakan. Dengan demikian, SPBU ini secara langsung menjawab kebutuhan dasar operasional pertanian di Banyuasin.
Penyaluran BBM yang efisien dan tepat sasaran ini diharapkan dapat mengurangi biaya logistik bagi petani. Dengan harga yang seragam dan ketersediaan yang terjamin, petani dapat lebih fokus pada peningkatan produksi tanpa khawatir akan fluktuasi harga atau kelangkaan bahan bakar. Ini adalah langkah maju dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews