Pemkab Temanggung Genjot Perbaikan Jalan Rowoseneng–Tlogopucang, Anggarkan Rp1,8 Miliar
Pemerintah Kabupaten Temanggung fokus pada Perbaikan Jalan Temanggung ruas Rowoseneng–Tlogopucang sepanjang 3,3 KM dengan dana APBD Perubahan, demi kelancaran mobilitas warga.
Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tengah gencar melakukan Perbaikan Jalan Temanggung, khususnya ruas Rowoseneng–Tlogopucang di Kecamatan Kandangan. Proyek vital ini menyasar peningkatan akses jalan sepanjang 3,3 kilometer dan didanai melalui APBD Perubahan 2025.
Anggaran sekitar Rp1,8 miliar dialokasikan untuk proyek ini, yang merupakan bentuk komitmen Pemkab Temanggung dalam meningkatkan infrastruktur. Perbaikan ini menjadi prioritas utama mengingat kondisi jalan yang sebelumnya sangat memprihatinkan dan telah lama tidak tersentuh perbaikan signifikan.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, dalam peninjauan proyek tersebut, menekankan pentingnya aksesibilitas bagi masyarakat. Ia berharap pembangunan jalan ini dapat secara signifikan meningkatkan mobilitas warga Desa Tlogopucang menuju desa maupun kecamatan lain, serta mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Kondisi Mendesak dan Urgensi Perbaikan Jalan Temanggung
Kondisi ruas Jalan Rowoseneng–Tlogopucang sebelum perbaikan diketahui sangat rusak parah, bahkan digambarkan "sudah seperti kali asat" oleh Bupati Agus Setyawan. Terakhir kali jalan ini dibangun pada tahun 2006, yang berarti sudah 17 tahun tidak mendapatkan penanganan serius.
Kerusakan jalan yang masif ini tentu saja menghambat mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Transportasi barang dan jasa menjadi terganggu, serta waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama dan tidak nyaman.
Oleh karena itu, Perbaikan Jalan Temanggung di ruas ini menjadi sangat mendesak. Peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memulihkan kelancaran lalu lintas dan memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kualitas hidup warga di sekitar.
Komitmen Anggaran dan Prioritas Pembangunan Daerah
Dana sebesar Rp1,8 miliar lebih untuk proyek Perbaikan Jalan Temanggung ini berasal dari APBD Perubahan 2025. Anggaran tersebut merupakan hasil pengalihan dana dari pos lain, termasuk rencana pembelian mobil dinas dan pembangunan greenhouse.
Bupati Agus Setyawan menjelaskan keputusan pengalihan anggaran ini didasari oleh pertimbangan prioritas. "Karena aksesibilitas masyarakat lebih penting, maka greenhouse kita tunda ke 2026,” ujarnya, menegaskan fokus pemerintah pada kebutuhan dasar masyarakat.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Temanggung dalam menempatkan kepentingan publik di atas agenda lain yang dapat ditunda. Prioritas pada infrastruktur jalan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan jangka panjang bagi seluruh lapisan masyarakat.
Detail Teknis Proyek dan Harapan Jangka Panjang
Pelaksana proyek, Erick Yudho Wibowo, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan paket rehabilitasi jalan dengan panjang efektif penanganan mencapai 3.365 meter. Lingkup pekerjaan meliputi perbaikan campuran aspal panas, pembangunan saluran drainase, pengembalian kondisi bahu jalan, serta pemasangan batu talut di titik-titik yang memerlukan.
Pekerjaan utama berupa overlay satu lapis AUS AC-WC setebal 4 cm sesuai standar Bina Marga. "Kita mulai pekerjaan overlay hari ini. Perkiraan waktu overlay 3–4 hari. Durasi kontrak dari 7 November sampai 21 Desember, total 45 hari kalender," kata Erick.
Metode overlay dipilih karena dinilai lebih cepat dalam mengembalikan kondisi jalan dibandingkan opsi lain seperti beton. Struktur perkerasan aspal ini diperkirakan dapat bertahan hingga 10 tahun, dengan masa pemeliharaan 185 hari setelah kontrak selesai, yaitu hingga 19 Juni 2026. Bupati juga berpesan agar masyarakat turut menjaga saluran air di kanan-kiri jalan. "Aspal sekuat apapun kalau dilawan air setiap hari pasti akan terkikis. Harapannya masyarakat ikut merawat. Dan jika saluran air mampet bisa segera dibersihkan," pesannya.
Sumber: AntaraNews