Pemkab Bekasi Tuntaskan Administrasi Tol Japek II Selatan, Target Operasi Nataru 2025
Pemerintah Kabupaten Bekasi kebut penyelesaian administrasi Tol Japek II Selatan, termasuk aset sekolah, demi target operasi penuh pada Nataru 2025 atau Lebaran 2026.
Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bergerak cepat menuntaskan administrasi terkait keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Langkah ini diambil agar proyek strategis nasional tersebut dapat selesai dan dioperasikan sesuai target yang telah ditetapkan secara nasional.
Penjabat Sekda Kabupaten Bekasi, Ida Farida, menyatakan optimisme tinggi terhadap proyek ini. "Kita optimistis Tol Japek II Selatan dapat beroperasi sesuai target nasional. Saat ini kami bergerak cepat untuk merampungkan administrasi, baik di tingkat desa hingga kabupaten," kata Ida Farida di Cikarang, Sabtu.
Proyek Tol Japek II Selatan diharapkan dapat berfungsi penuh atau fungsional pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025 atau Lebaran 2026. Kehadiran tol ini sangat krusial untuk mengurai kemacetan di rute Jakarta-Bandung sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Percepatan Administrasi Aset Terdampak
Ida Farida menjelaskan bahwa ada sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten Bekasi yang masih dalam proses penyelesaian administrasi. Aset-aset tersebut meliputi lahan dan bangunan SDN Burangkeng 03, SDN Burangkeng 04, serta SDN Ciledug 03 yang terdampak pembangunan.
Untuk bangunan SMP yang terdampak, proses ganti rugi sudah selesai dan berjalan lancar. Sementara itu, untuk sekolah dasar, Pemkab Bekasi masih menunggu keputusan Bupati terkait mekanisme penggantian fasilitas yang terdampak proyek.
"Prinsipnya, pendidikan tidak boleh terganggu dan Pemda memastikan seluruh fasilitas diganti secara layak," tegas Ida Farida. Ia memastikan proses penyelesaian administrasi terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak proyek pembangunan trase Tol Japek II Selatan dipastikan rampung pada akhir tahun ini.
Dukungan Penuh untuk Proyek Strategis Nasional
Kepastian penyelesaian administrasi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap proyek strategis nasional tersebut. Dukungan ini esensial untuk memastikan ruas jalan Tol Japek II Selatan dapat dioperasikan sesuai jadwal.
Dengan rampungnya administrasi, ruas jalan Tol Japek II Selatan diharapkan bisa dioperasikan penuh maupun fungsional. Target waktu yang ditetapkan adalah pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025 atau Lebaran 2026.
Ida Farida turut memastikan bahwa tahapan percepatan pembangunan tetap berpihak pada kepentingan publik. "Mudah-mudahan sesuai target pemerintah, akhir tahun ini sudah bisa beroperasi," ucapnya, menunjukkan komitmen Pemkab Bekasi.
Dorongan dari Kantor Staf Presiden
Sementara itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Helson Siagian, memberikan perhatian khusus terhadap proyek ini. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mempercepat pengadaan tanah yang diperlukan bagi proyek strategis nasional ini.
Helson Siagian menekankan pentingnya proyek Tol Japek II Selatan dalam skala nasional. "Japek II Selatan ditargetkan berfungsi pada periode Natal dan Tahun Baru serta Lebaran 2026 untuk mengurai kemacetan Jakarta-Bandung," katanya.
Selain mengurai kemacetan, proyek ini juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas kawasan. KSP terus memantau progres pembangunan agar target operasional dapat tercapai tepat waktu.
Sumber: AntaraNews