Pemerintah Uji Coba Bansos Minyak Goreng 2 Liter, Ini Kata Menkeu Purbaya
Program ini mencakup distribusi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng merek MinyaKita bagi masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp6,5 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras dan minyak goreng yang mulai disalurkan pada Oktober 2025.
Program ini mencakup distribusi 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng merek MinyaKita bagi masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, sejak awal pemerintah hanya mengusulkan tambahan 1 liter minyak goreng selain beras 10 kg per bulan.
Namun, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, meminta agar kuota minyak goreng ditambah menjadi 2 liter.
“Tadi saya suruh menjawab pertanyaan Pak Said. Jawab katanya 2 bulan 2 liter. Tadinya pemerintah mengusulkan 2 bulan 10 kilogram (beras) masing-masing bulan terus 1 liter (minyak goreng). Itu tadinya ya. Terus Pak Said minta 2 (liter). Saya challenge, yaudah kenapa 2 liter, 5 liter aja sekalian. Yang gak berani Pak Said rupanya,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di DPR, Senayan, Selasa (23/9).
Pernyataan bernada candaan itu memancing tawa anggota dewan, namun sekaligus menggarisbawahi adanya perdebatan serius terkait besaran alokasi bansos.
Program Percobaan Dua Bulan
Purbaya menegaskan, penyaluran minyak goreng 2 liter ini masih bersifat uji coba untuk periode dua bulan pertama. Pemerintah ingin mengevaluasi efektivitas program sekaligus mengukur tingkat serapan anggaran.
“Jadi, jangan salahkan saya. Pak Said bilang, kami gak berani, saya minta 2 (liter) aja. Yaudah saya kasih 2 (liter). Jadi sudah jawab ya Pak Said ya dan ini baru awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika evaluasi menunjukkan kebutuhan masyarakat lebih besar dan anggaran memungkinkan, kuota bantuan bisa ditambah pada tahap berikutnya.
Rincian Anggaran
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, dari total Rp6,5 triliun anggaran, sekitar Rp1,1 triliun khusus dialokasikan untuk bansos minyak goreng.
“Rp6,5 triliun itu untuk bantuan pangan dalam bentuk beras plus minyak goreng. Kalau bantuan pangan minyak goreng sekitar Rp1,1 triliun. Lalu sekitar Rp5,3 triliun untuk bantuan pangan beras. Jadi totalnya Rp6,5 triliun,” kata Arief di Kantor Kemenko Perekonomian.
Bantuan minyak goreng MinyaKita ini akan menjangkau 18,27 juta penerima manfaat.