Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tarif Transportasi
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan insentif untuk Lebaran tahun 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan berbagai insentif menjelang Lebaran untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi. Insentif yang dimaksud meliputi beberapa kebijakan di sektor transportasi.
"Lebaran insentif sedang disiapkan, termasuk tarif-tarif untuk diskon pesawat dan yang lain," ungkapnya dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit yang berlangsung di Menara Kadin Indonesia pada Selasa, 13 Januari 2026.
Sebelumnya, Airlangga Hartarto juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk memberikan insentif di awal tahun 2026. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Airlangga menambahkan bahwa ia akan mempelajari situasi yang ada di awal tahun tersebut, termasuk mempertimbangkan adanya bulan Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada kuartal pertama tahun 2026.
"Kita akan monitor karena ini kan ada event Lebaran ya, kita akan monitor, kita akan pelajari dulu situasinya," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada hari Jumat, 9 Januari 2026.
Pada awal tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sejumlah insentif ekonomi, mulai dari diskon tarif listrik hingga insentif pajak. Di sisi lain, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan informasi awal mengenai kebijakan diskon tarif listrik yang mungkin diterapkan pada tahun 2026. Ia mengakui bahwa saat ini masih dalam tahap pertimbangan mengenai pemberian diskon tarif listrik tersebut.
"Sampai sekarang belum ada usulan, nanti kita lihat seperti apa masukannya," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Menko Airlangga Pertimbangkan Pemberian Insentif pada Awal Tahun 2026
Beberapa waktu yang lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan rencana pemerintah untuk memberikan insentif pada awal tahun 2026. Meskipun demikian, dia menyatakan bahwa keputusan tersebut masih perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Airlangga menegaskan bahwa dia akan mempelajari kondisi yang ada pada awal 2026, termasuk mempertimbangkan adanya bulan Ramadan dan perayaan Lebaran yang terjadi pada kuartal pertama tahun tersebut.
"Kita akan monitor karena ini ada event Lebaran ya, kita akan monitor, kita akan pelajari dulu situasinya," ujarnya saat memberikan keterangan di Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta pada hari Jumat, 9 Januari 2026.
Di sisi lain, pada awal tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan sejumlah insentif ekonomi, yang mencakup diskon tarif listrik dan insentif pajak. Selain itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, juga memberikan informasi mengenai kemungkinan kebijakan diskon tarif listrik yang akan diterapkan pada tahun 2026 mendatang.
Dia menegaskan bahwa saat ini masih dalam tahap pertimbangan untuk memberikan diskon tarif listrik tersebut. Purbaya juga menyebutkan bahwa belum ada usulan resmi terkait pelaksanaan diskon tarif listrik untuk tahun 2026. Sebagai catatan, pada tahun 2025, diskon tarif listrik yang diberikan mencapai 50 persen.
"Sampai sekarang belum ada usulan, nanti kita lihat seperti apa masukannya," kata Purbaya saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Tunggu Hingga Ekonomi Pulih
Saat ini, dia masih mempertimbangkan pemberian stimulus yang telah diusulkan sebelumnya. Purbaya juga menegaskan bahwa diskon tarif listrik tidak perlu diberikan jika kondisi ekonomi sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Dia berharap agar masyarakat turut mendoakan agar upayanya dapat membantu meningkatkan perekonomian nasional di masa mendatang. "Jadi kalau ekonominya sudah lari, emang enggak usah. Nanti anda doain aja saya kerjanya benar, sehingga ekonominya bagus," tegasnya.