Omzet UMKM Pasaman Melonjak Drastis di HUT ke-80, Pedagang Kopi Raup Untung Fantastis!
Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan UMKM Pasaman sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Perayaan HUT ke-80 sukses mendongkrak omzet pelaku usaha lokal hingga jutaan rupiah, menarik perhatian banyak pihak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat, secara tegas menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah. Komitmen ini diwujudkan melalui pemberian ruang dan pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku usaha, demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kabupaten Pasaman, Pemkab menyediakan 74 stan gratis bagi UMKM yang beroperasi dari tanggal 1 hingga 11 Oktober 2025. Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan kesempatan luas bagi produk lokal Pasaman agar dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
Perayaan HUT ke-80 ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum emas bagi UMKM Pasaman untuk meningkatkan omzet secara signifikan. Para pedagang melaporkan peningkatan penjualan yang luar biasa, menunjukkan potensi besar UMKM dalam mendukung perekonomian lokal saat ada acara besar.
Peran Strategis UMKM dalam Perekonomian Pasaman
Bupati Pasaman, Welly Suhehy, di Lubuk Sikaping, Pasaman, menyatakan kebanggaannya terhadap semangat inovasi para pelaku usaha lokal. "Kita bangga melihat semangat para pelaku usaha lokal yang terus berinovasi. Pemerintah akan terus mendorong agar produk Pasaman bisa menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.
Dukungan nyata Pemkab Pasaman terlihat dari penyediaan 74 stan gratis yang disediakan khusus untuk UMKM selama perayaan HUT ke-80 daerah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberdayakan ekonomi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah.
Bupati Welly Suhehy bersama Wakil Bupati Parulian Dalimunte serta Forkopimda turut menyapa langsung para pelaku usaha. Mereka mengapresiasi beragam produk lokal yang dipamerkan, mulai dari olahan makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif masyarakat nagari (desa), menegaskan pentingnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala. Hal ini diharapkan menjadi wadah efektif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi unik yang dimiliki oleh daerah Pasaman.
Kisah Sukses Pelaku UMKM di Tengah Perayaan HUT
Momen perayaan HUT ke-80 Kabupaten Pasaman di GOR Tuanku Rao menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Iwan (34), seorang pedagang kopi cup gerobak, mengaku jualannya laris manis dari menjelang sore hingga malam hari. "Alhamdulillah, ada keberkahan di acara begini. Saya sekali buka 50 cup, habis terus," ungkap Iwan.
Kopi yang di hari biasa dijual Rp8 ribu per cup, kini Iwan jual Rp10 ribu, dan pembeli tidak mengeluh dengan harga tersebut. Ia menyebut bahwa kopi cup gerobaknya sudah terjual lebih dari 300 cup selama acara, menegaskan bahwa "Ini rejeki buat ditabung dan keluarga."
Tidak hanya Iwan, Okfi Resti (38), pemilik brand Alfina, juga merasakan dampak positif yang signifikan. Ia menjual aneka produk olahan lokal seperti pisang salai, dodol salak, dan kacang randang. "Alhamdulillah, naik omzet selama bazar. Dari tanggal 1 sampai tanggal 6 Oktober saja, kami sudah meraih omzet kurang lebih Rp3 juta rupiah," kata Okfi Resti.
Agus (37), penjual mainan balon lampu, mainan bebek-bebekkan, dan tembak-tembakan dengan harga Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, juga meraih keuntungan besar. "Hasil yang dikantonginya sudah sekitar Rp800 ribu," kata Agus, yang berharap acara serupa dapat lebih sering diadakan di GOR Tuanku Rao agar pelaku UMKM dapat terus meraup keuntungan.
Sumber: AntaraNews