Pemkab Situbondo Genjot Revitalisasi Pasar Hewan Sabtoan, Tingkatkan Kenyamanan dan Ekonomi Pedagang
Pemerintah Kabupaten Situbondo segera lakukan Revitalisasi Pasar Hewan Sabtoan, pasar terbesar di Tapal Kuda, demi kenyamanan pedagang dan pembeli serta genjot perputaran ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Situbondo mengambil langkah strategis untuk meningkatkan fasilitas publik dengan rencana Revitalisasi Pasar Hewan Sabtoan. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan transaksi yang lebih aman, higienis, serta nyaman bagi seluruh pihak yang terlibat. Pasar hewan yang berlokasi di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan ini, merupakan pusat perdagangan ternak terbesar di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, secara langsung meninjau kondisi Pasar Hewan Sabtoan dan menekankan pentingnya penataan ulang. Peninjauan ini dilakukan mengingat tingginya aktivitas jual beli, terutama saat menjelang Hari Raya Idul Adha. Pasar ini tidak hanya melayani pedagang dan pembeli lokal, tetapi juga menarik minat dari berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Rencana pembangunan dan penataan ulang ini diharapkan dapat mengatasi kepadatan dan meningkatkan efisiensi sirkulasi. Dengan demikian, proses jual beli ternak sapi, kambing, dan domba dapat berjalan lebih lancar dan teratur. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Situbondo untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Pentingnya Revitalisasi Pasar Hewan Situbondo
Revitalisasi Pasar Hewan Sabtoan menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo. Pasar ini memiliki peran vital sebagai sentra perdagangan ternak yang melayani tidak hanya masyarakat Situbondo, tetapi juga wilayah Tapal Kuda secara luas. Kondisi pasar yang tertata akan memberikan dampak positif bagi kenyamanan dan keamanan transaksi.
Bupati Rio menyoroti bahwa penataan ulang ini sangat krusial, terutama menghadapi momentum Idul Adha. Pada periode tersebut, volume transaksi ternak meningkat drastis, menyebabkan kepadatan yang signifikan. Oleh karena itu, sirkulasi yang aman dan higienis menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah potensi penularan penyakit dan memastikan kesejahteraan hewan.
Selain aspek keamanan dan kesehatan, penataan ulang juga bertujuan untuk memberikan kemudahan akses. Pedagang dan pembeli akan merasakan pengalaman bertransaksi yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Potensi Ekonomi dan Kapasitas Pasar yang Dioptimalkan
Pasar Hewan Sabtoan bukan sekadar tempat jual beli, melainkan juga pusat perputaran ekonomi yang sangat besar. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Muh Abdul Rahman, mengungkapkan bahwa perputaran uang di pasar ini mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar setiap hari Sabtu. Angka fantastis ini menunjukkan betapa vitalnya peran pasar bagi perekonomian daerah.
Untuk mengakomodasi tingginya volume transaksi, khususnya menjelang Idul Kurban, Pemkab Situbondo berencana mengoptimalkan kapasitas pasar. Bupati Rio menyatakan bahwa kapasitas untuk ternak sapi akan ditingkatkan hingga 2.000 ekor. Penataan ulang juga akan mencakup area khusus untuk domba dan kambing, memastikan semua jenis ternak memiliki tempat yang layak.
Peningkatan kapasitas ini sangat relevan mengingat populasi ternak sapi potong di Situbondo yang cukup besar. Data pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan bahwa populasi sapi potong mencapai 153.462 ekor. Ternak-ternak ini tersebar di 136 desa/kelurahan dan 17 kecamatan di seluruh Situbondo.
Jaringan Pasar Hewan di Situbondo
Selain Pasar Hewan Sabtoan yang berlokasi di wilayah tengah, Kabupaten Situbondo memiliki dua pasar hewan lainnya. Muh Abdul Rahman menjelaskan bahwa pasar hewan lainnya adalah Pasar Hewan Kemisan di Kecamatan Asembagus, yang melayani wilayah timur Situbondo. Selain itu, terdapat juga pasar hewan di Kecamatan Besuki untuk wilayah barat.
Keberadaan tiga pasar hewan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi perdagangan ternak. Setiap pasar memiliki karakteristik dan jangkauan wilayahnya masing-masing. Namun, Pasar Hewan Sabtoan tetap menjadi yang terbesar dan paling strategis, menarik pedagang dari luar Situbondo.
Dengan adanya penataan ulang di Pasar Hewan Sabtoan, diharapkan standar operasional dan fasilitas di pasar-pasar hewan lainnya juga dapat ditingkatkan secara bertahap. Hal ini akan menciptakan ekosistem perdagangan ternak yang lebih terintegrasi dan efisien di seluruh Kabupaten Situbondo.
Beberapa poin penting terkait potensi dan kondisi pasar hewan di Situbondo:
Sumber: AntaraNews