Penjualan Hewan Ternak Gunungkidul Meroket Jelang Idul Adha, Disdag Catat Kenaikan Signifikan
Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul mencatat peningkatan penjualan hewan ternak Gunungkidul di dua pasar hewan menjelang Idul Adha, menunjukkan antusiasme masyarakat dan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul mengumumkan adanya peningkatan signifikan dalam penjualan hewan ternak. Kenaikan ini terjadi di dua pasar hewan utama menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini. Lonjakan aktivitas jual beli ini menjadi indikator kuat persiapan masyarakat untuk berkurban.
Mantri Pasar Hewan Siyonoharjo, Isnaning Suindarti, mengungkapkan data penjualan yang mengesankan. Peningkatan ini teramati di Pasar Hewan Siyonoharjo dan Pasar Hewan Ngawu Playen. Fenomena ini terjadi selama satu bulan terakhir sebelum Hari Raya Idul Adha tiba.
Total penjualan di Pasar Hewan Siyonoharjo saja mencapai ribuan ekor hewan kurban. Angka tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dari pedagang dan pembeli. Kondisi ini juga mencerminkan geliat ekonomi lokal di sektor peternakan.
Lonjakan Penjualan di Pasar Hewan Siyonoharjo
Pasar Hewan Siyonoharjo, yang hanya beroperasi pada pasaran Wage, mencatat total penjualan fantastis. Dalam lima kali pasaran selama sebulan terakhir, sebanyak 7.626 hewan ternak berhasil terjual. Angka ini jauh melampaui penjualan pada hari-hari biasa.
Isnaning Suindarti menyatakan bahwa terjadi kenaikan hampir 100 persen dibandingkan hari normal. Biasanya, pasar ini hanya menjual sekitar 300-400 ekor kambing. Namun, menjelang Idul Adha, rata-rata penjual yang masuk mencapai sekitar 500 pedagang.
Rincian penjualan menunjukkan 3.799 ekor sapi dan 3.827 ekor kambing telah berpindah tangan. Puncak penjualan terjadi pada Selasa (12/5) dengan 1.639 ekor hewan terjual. Ini terdiri dari 780 ekor sapi dan 859 ekor kambing, menunjukkan permintaan yang sangat tinggi.
Pasar Hewan Ngawu Playen Ikut Terdampak Positif
Peningkatan penjualan hewan ternak tidak hanya terjadi di Siyonoharjo, tetapi juga di Pasar Hewan Ngawu Playen. Pasar ini, yang beroperasi pada pasaran Pon, juga mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan penjualan di Ngawu Playen mencapai dua kali lipat dari biasanya.
Isnaning menjelaskan bahwa pada hari-hari biasa, penjualan di Pasar Hewan Ngawu hanya berkisar 100 hingga 200 ekor. Namun, menjelang Idul Adha, angka tersebut melonjak menjadi 300 hingga 400 ekor lebih. Ini mengindikasikan pola serupa di pasar-pasar hewan lainnya.
Kedua pasar hewan di Kapanewon Playen yang berada di bawah pengawasan Isnaning menunjukkan tren positif. Peningkatan ini memberikan dampak ekonomi yang baik bagi peternak lokal. Kondisi ini juga memastikan ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat.
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Ekonomi Lokal
Kenaikan penjualan hewan ternak Gunungkidul ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban. Meskipun pada hari terakhir pasaran, Jumat (22/5), terjadi kemacetan, banyak mobil yang datang dalam keadaan kosong. Hal ini menunjukkan banyak pembeli yang mencari hewan kurban.
Peningkatan penjualan ini memberikan angin segar bagi perekonomian lokal, khususnya bagi para peternak. Mereka dapat meraup keuntungan lebih besar dari hasil penjualan hewan ternak mereka. Kondisi ini juga mendukung keberlanjutan sektor peternakan di Gunungkidul.
Disdag Kabupaten Gunungkidul menyambut baik peningkatan ini sebagai tanda positif. Ini menunjukkan kesiapan daerah dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban. Peningkatan ini juga mengindikasikan daya beli masyarakat yang tetap stabil menjelang hari raya besar.
Sumber: AntaraNews