Bupati Blora Pantau Lonjakan Transaksi Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Pastikan Kesehatan Ternak
Jelang Idul Adha 1447 H, Bupati Blora Arief Rohman meninjau Pasar Pon untuk memantau lonjakan transaksi hewan kurban dan memastikan kesehatan ternak, sekaligus menyerap aspirasi peternak demi kesejahteraan lokal.
Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman, turun langsung memantau aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Pon Blora pada Sabtu, 16 Mei, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kunjungan ini dilakukan menyusul adanya lonjakan transaksi hewan kurban yang signifikan di pasar tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman secara khusus meminta para pedagang untuk senantiasa menjaga kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap sapi dalam kondisi sehat serta layak untuk dijadikan hewan kurban.
Pemantauan ini juga bertujuan untuk memastikan aktivitas perdagangan hewan dapat terus meningkatkan kesejahteraan peternak dan pedagang lokal. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat Kabupaten Blora di tengah momentum musim kurban.
Pemantauan Kesehatan dan Peningkatan Infrastruktur Pasar
Selama peninjauan, Bupati Arief Rohman tidak hanya fokus pada lonjakan transaksi, tetapi juga pada aspek kesehatan hewan ternak. Petugas di Pasar Pon Blora turut melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin terhadap kendaraan pengangkut sapi.
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah penyebaran penyakit hewan ternak, terutama menjelang perayaan Idul Adha. Pemantauan menyeluruh ini memastikan lalu lintas hewan ternak berjalan lancar dan bebas dari potensi penularan penyakit.
Selain memantau perdagangan dan kesehatan hewan, Bupati Arief juga menyerap aspirasi dari para peternak yang hadir. Salah satu keluhan utama yang disampaikan adalah kondisi lantai pasar yang licin, yang berpotensi membahayakan hewan ternak.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Blora berencana memprioritaskan pavingisasi area pasar. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun hewan ternak yang beraktivitas di Pasar Pon.
Geliat Ekonomi di Pasar Hewan Blora
Kunjungan Bupati Arief Rohman memperlihatkan langsung ramainya transaksi sapi yang meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa. Pada hari normal, penjualan sapi di Pasar Pon Blora berkisar 300 ekor, namun menjelang Idul Adha, jumlah transaksi melonjak hingga mencapai 600–800 ekor sapi.
Peningkatan signifikan ini menunjukkan tingginya permintaan hewan kurban dari masyarakat. Jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban di Pasar Pon Blora antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO).
Dengan harga rata-rata sapi sekitar Rp15 juta per ekor, perputaran uang di Pasar Pon Blora diperkirakan mencapai angka fantastis. Diperkirakan sekitar Rp9 miliar hingga Rp12 miliar berputar per pasaran selama momentum menjelang Idul Adha.
Dampak Positif bagi Peternak Lokal
Tingginya permintaan hewan kurban ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi peternak maupun pedagang sapi di Kabupaten Blora. Jiranto, seorang peternak sapi asal Kunduran, Blora, mengungkapkan bahwa harga sapi menjelang Idul Adha mengalami kenaikan yang cukup berarti.
Menurut Jiranto, harga sapi bisa naik sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor dibandingkan hari biasa, yang membuat selisih harganya lumayan. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban membuat transaksi sapi di pasar semakin ramai, bahkan sapi yang dibawa ke pasar rata-rata langsung terjual.
Jiranto sendiri berhasil menjual enam ekor sapi dalam sehari dengan omzet mencapai Rp31 juta, menunjukkan geliat ekonomi yang menggembirakan bagi peternak tahun ini. Hewan ternak yang dibeli dari Pasar Pon Blora tidak hanya untuk kebutuhan lokal, tetapi juga dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa.
Pemasaran sapi mencakup wilayah Jawa Barat seperti Cirebon, Jawa Tengah seperti Boyolali, Grobogan, Pati, dan Blora itu sendiri, hingga Jawa Timur seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Lumajang.
Sumber: AntaraNews