Oleh-Oleh Prabowo dari AS, Danantara Dapat Tambahan 12 Persen Saham Freeport Gratis
Rosan mengatakan, penambahan saham Freeport tidak akan membebani keuangan negara karena diberikan secara gratis.
CEO Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Freeport Mc MoRan telah sepakat untuk melepas 12 persen saham kepada PT Freeport Indonesia. Kesepakatan itu disampaikan dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto dan rombongan ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.
Rosan mengatakan, penambahan saham Freeport tidak akan membebani keuangan negara karena diberikan secara gratis.
"Mereka sudah menyetujui untuk 12 persen kemarin. Kemarin di Amerika Serikat saya juga bertemu dengan pimpinannya langsung, dengan CEO-nya langsung, dengan owner-nya. Mereka sudah menyetujui untuk memberikan free of charge saham 12 persen," ujarnya di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (30/9).
Sebagai bagian dari negosiasi perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), Freeport juga bakal membangun dua rumah sakit dan universitas di Papua.
"Dan juga mereka akan membuat dua universitas dan dua rumah sakit. Yang tujuannya untuk meningkatkan peran dokter di sana, yang akan dibangun di sana, di Papua," imbuh Rosan.
Arahan Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada jajarannya, untuk menambah 10 persen lebih porsi saham negara di PT Freeport Indonesia.
Ini jadi bagian dari negosiasi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2041.
Demi memuluskan rencana tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah berkomunikasi dengan Freeport MC MoRan maupun PT Freeport Indonesia.
Kata Bahlil
"Kami telah mendapat arahan dari pak Presiden, dimana salah satu tawarannya adalah ada penambahan saham. Belum diputuskan angka finalnya, tapi di atas 10 persen," jelas Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta beberapa waktu lalu.
Dari jumlah saham tambahan tersebut, sebagian daripadanya akan menjadi milik badan usaha milik daerah atau BUMD Papua. Kepastian tersebut bakal dilakukan dalam rapat final dengan Freeport pada Oktober 2025 nanti.
"Saham ini adalah sebagian dikasih kepada BUMD Papua, dan ini terjadi nanti di pasca 2041. Supaya apa? Supaya eksplorasi bisa dilakukan," kata Bahlil.