Danantara Bakal Investasi Sektor Pangan dan Kesehatan di Uni Eropa
Peluang investasi ini dilirik setelah Indonesia dan Uni Eropa menjalin kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani membuka peluang untuk menanamkan investasi di Eropa, khususnya pada bidang pangan dan kesehatan.
Peluang investasi ini dilirik setelah Indonesia dan Uni Eropa menjalin kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Rosan mengatakan, investasi ke Eropa ini tidak hanya berfokus untuk meraup keuntungan, tapi juga dalam rangka transfer knowledge.
"Saya sebagai pimpinan di Danantara melihat potensi kita nantinya berinvestasi ke Eropa, tentunya yang berhubungan dengan pangan dan healthcare. Sehingga teknologi-teknologi yang sudah maju di sana bisa kita terapkan juga di Indonesia," ujarnya di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (30/9).
Kendati begitu, Rosan belum mau merinci berapa nilai investasi yang disiapkan untuk masuk ke Eropa. Namun, ia memberi sinyal itu bakal dilakukan dalam waktu dekat.
"Ya, sebentar lagi ada pengumumannya, saya belum bisa umumkan sekarang. Nilainya cukup signifikan," kata Rosan.
Namun demikian, ia memberikan kisi-kisi bahwa Danantara bakal menanamkan modal di salah satu raksasa pangan dunia. Perusahaan tersebut nantinya akan balik berinvestasi di Tanah Air.
"Danantara investasinya nanti di perusahaan tersebut. Kemudian, perusahaan tersebut, yang merupakan salah satu perusahaan pangan terbesar di dunia, juga akan berinvestasi di Indonesia," tutur Rosan.
Kantongi 12 Persen Tambahan Saham Freeport
Selain dengan Uni Eropa, Danantara juga telah berhasil merayu Freeport Mc MoRan untuk melepas 12 persen saham kepada PT Freeport Indonesia.
Kesepakatan itu disampaikan dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto dan rombongan ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.
Rosan mengatakan, penambahan saham Freeport tidak akan membebani keuangan negara lantaran diberikan secara gratis.
Saham Gratis
"Mereka sudah menyetujui untuk 12 persen kemarin. Kemarin di Amerika Serikat saya juga bertemu dengan pimpinannya langsung, dengan CEO-nya langsung, dengan owner-nya. Mereka sudah menyetujui untuk memberikan free of charge saham 12 persen," ujarnya pada kesempatan sama.
Sebagai bagian dari negosiasi perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), Freeport juga bakal membangun dua rumah sakit dan universitas di Papua.
"Dan juga mereka akan membuat dua universitas dan dua rumah sakit. Yang tujuannya untuk meningkatkan peran dokter di sana, yang akan dibangun di sana, di Papua," imbuh Rosan.