Menhub Dudy Keluarkan Instruksi Tangani Hujan dan Banjir Ganggu Perjalanan Kereta
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengharapkan agar penanganan banjir di jalur kereta api dilaksanakan dengan pendekatan yang menyeluruh.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan perlunya penanganan banjir di jalur kereta api dilakukan secara menyeluruh. Dia juga menggarisbawahi pentingnya menemukan solusi yang berkelanjutan. Dudy mencatat bahwa tingginya curah hujan telah menyebabkan genangan air yang signifikan di jalur kereta api antara Pekalongan dan Sragi. Akibatnya, beberapa perjalanan kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan dan bahkan dibatalkan.
"Curah hujan yang terjadi saat ini memang relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, penanganannya tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga harus dipikirkan untuk jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan," ujar Dudy dalam keterangan resmi pada Kamis (22/1).
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menerima penjelasan dari Pemerintah Daerah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengenai situasi di lapangan. Dudy menekankan bahwa penanganan banjir memerlukan kerjasama dari berbagai pihak.
"Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai," katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa antara 16 hingga 19 Januari 2026, terdapat dua titik utama yang terkena dampak genangan air di wilayah Pekalongan. Hal ini mengakibatkan 124 perjalanan kereta api penumpang harus dibatalkan.
"KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan yang terdampak pembatalan, dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari. Saat ini, proses refund telah berjalan dan dimanfaatkan oleh pelanggan," jelas Bobby.
Selain itu, KAI juga melakukan pemulihan layanan bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan perjalanan, serta pemulihan operasi untuk meningkatkan keandalan prasarana.
Tindakan Penanganan Darurat
Dalam situasi darurat, KAI telah melakukan peninggian jalur rel hingga 23 sentimeter dan berencana untuk melanjutkan penguatan infrastruktur dengan peninggian maksimum 50 sentimeter sepanjang sekitar 600 meter. Proses ini juga mencakup penyesuaian struktur jembatan dan emplasemen yang sebelumnya terdeteksi mengalami cekungan.
"Pekerjaan perbaikan kami terus lakukan dan dipercepat. Saat ini perjalanan KA sudah pulih sekitar 85 persen, dengan tidak ada lagi pembatalan perjalanan. Sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan akibat pembatasan kecepatan," ungkap Bobby. "KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan komitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keandalan layanan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutup Bobby.
Kecepatan Terbatas
Pada hari Senin (19/1/2026) pagi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menginformasikan bahwa mereka masih berupaya untuk memulihkan perjalanan kereta api di beberapa lintasan yang terkena dampak banjir. Dalam rangka pemulihan ini, KAI melakukan pengaturan operasional dengan sangat hati-hati dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa kebijakan operasional yang diterapkan didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan di lapangan, serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi prasarana. "Hingga pagi ini, penanganan prasarana di sejumlah titik terdampak menunjukkan kemajuan. Kereta api sudah dapat melintas kembali di lintasan utama dengan pengaturan kecepatan dan pengamanan sesuai standar keselamatan," ujar Anne.
Jalur Pemulihan
Di wilayah Daop 4 Semarang, perbaikan pada jalur Pekalongan--Sragi terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sekitar pukul 05.10 WIB, genangan air di jalur hulu dan hilir telah berhasil diatasi, sehingga semua perjalanan kereta api dapat kembali beroperasi dengan menggunakan lokomotif dinas masing-masing.
Meskipun demikian, kecepatan kereta masih dibatasi hingga 30 km/jam sambil menunggu pemadatan balas yang memadai menggunakan Multi Tie Tamper (MTT), yaitu mesin yang berfungsi untuk mengangkat, merapikan, dan memadatkan batu balas agar geometri rel sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan. Proses penanganan dilakukan dengan cara ecer balas dan pengangkatan jalur secara manual.
Kegiatan perbaikan ini akan dilanjutkan hari ini dengan tambahan ecer balas, pengangkatan jalur di lokasi tertentu, serta rencana untuk melakukan pemecokan menggunakan alat berat jika kondisi lapangan memungkinkan. Di sisi lain, di Daop 1 Jakarta, penanganan genangan air di emplasemen Kampung Bandan telah berhasil diselesaikan.
Sejak Minggu sore hingga malam, petugas melakukan pengangkatan jalur secara manual pada jalur hulu dan hilir, yang kemudian dilanjutkan dengan penggunaan Kendaraan Pemeliharaan Jalan Rel (KPJR) dan dinyatakan selesai pada pukul 04.30 WIB. Kereta api pertama yang melintas dikenakan pembatasan kecepatan 20 km/jam, sebelum secara bertahap kecepatan tersebut akan ditingkatkan berdasarkan hasil evaluasi teknis yang dilakukan.