Mendagri Minta Pemda Antisipasi Kenaikan Harga Telur dan Ayam Akibat Program Makan Bergizi Gratis
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah waspada terhadap potensi kenaikan harga telur dan ayam naik, dipicu tingginya permintaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menjaga stabilitas pangan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh kepala daerah di Indonesia. Imbauan ini terkait dengan antisipasi potensi kenaikan harga komoditas pangan pokok. Kenaikan harga tersebut khususnya pada telur ayam ras dan daging ayam.
Peningkatan permintaan untuk kedua komoditas ini diperkirakan akan terjadi. Hal ini seiring dengan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan segera berjalan. Program ini diprediksi akan menyerap pasokan dalam jumlah besar.
Tito Karnavian menyampaikan kekhawatiran ini saat ditemui di Jakarta pada Senin (10/11). Ia menekankan pentingnya langkah proaktif dari pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Ketersediaan Pangan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan diproyeksikan akan meningkatkan konsumsi telur dan daging ayam secara signifikan. Peningkatan permintaan ini berpotensi mengganggu keseimbangan pasar jika tidak diantisipasi dengan baik. Mendagri Tito Karnavian secara langsung mengamati adanya pergerakan harga.
"Harga telur, daging ayam sudah mulai sedikit naik, itu salah satunya dikarenakan permintaan dari MBG yang cukup banyak,” ujar Tito Karnavian. Pernyataan ini menegaskan adanya korelasi antara program tersebut dengan fluktuasi harga. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah mitigasi.
Langkah antisipasi ini meliputi pengawasan ketat terhadap pasokan dan distribusi. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga menjadi krusial. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan komoditas tetap stabil di seluruh wilayah. Tanpa intervensi, masyarakat dapat merasakan dampak langsung.
Fluktuasi Harga Telur Ayam Ras Berdasarkan Data Nasional
Data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan adanya tren kenaikan harga telur ayam ras dalam beberapa waktu terakhir. Pada 6 Desember 2024, sebulan sebelum program MBG dilaksanakan, harga telur ayam ras per kilogram berada di angka Rp28.660. Angka ini menjadi patokan awal sebelum adanya peningkatan signifikan.
Sehari setelah program MBG berjalan, tepatnya pada 7 Januari 2025, harga telur ayam ras melonjak tajam. Harga mencapai Rp32.790 per kilogram, setelah sebelumnya ada perayaan tahun baru. Meskipun sempat turun, harga tersebut kemudian kembali bergerak naik.
Dalam tiga bulan terakhir, tren peningkatan harga telur ayam ras terus berlanjut. Tercatat dari Rp29.378 per kg pada 10 September 2025, naik menjadi Rp30.255 per kg pada 10 Oktober 2025. Kini, harga tersebut menyentuh angka Rp30.300 per kg pada 10 November 2025, menunjukkan pola kenaikan yang konsisten.
Upaya Koordinasi Pemerintah untuk Stabilisasi Pasokan
Selain berkoordinasi dengan kepala daerah, Mendagri Tito Karnavian juga aktif berkomunikasi dengan jajaran menteri terkait. Ia telah berbicara dengan Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk membahas strategi pasokan. Koordinasi ini bertujuan menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Tito juga menjalin komunikasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Fokus pembicaraan adalah mendorong para peternak ayam untuk meningkatkan produksi mereka. Peningkatan suplai diharapkan dapat mengimbangi lonjakan permintaan yang akan terjadi.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Pangan, kemudian dengan Menteri Pertanian untuk mendorong para peternak ayam untuk bisa memperbanyak produksi dan suplai mereka,” kata Tito. Upaya kolaboratif ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencegah gejolak harga yang lebih parah di pasar.
Sumber: AntaraNews