Mayoritas Pengguna Kripto Anak Muda, OJK Dorong OJK Edukasi Hingga ke Kampus
OJK menilai bahwa pemahaman tentang literasi digital dan keuangan merupakan syarat penting sebelum memasuki dunia aset kripto.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) untuk memberikan edukasi mengenai industri kripto kepada generasi muda. Hal ini penting karena dari 580 juta pengguna, sebagian besar adalah individu berusia antara 18 hingga 34 tahun.
Dalam acara Pintu Goes to Campus yang diselenggarakan oleh PT Pintu Kemana Saja di Universitas Bina Nusantara (Binus), Catur Karyanto Pilih, yang menjabat sebagai Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, menyampaikan pesan kepada mahasiswa mengenai pentingnya literasi.
"Kami menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya kepada Binus University yang telah menyelenggarakan acara ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan literasi terkait produk serta layanan aset digital, termasuk salah satunya aset kripto," ungkapnya dikutip di Jakarta, Sabtu (13/12).
Catur juga menekankan bahwa literasi digital dan literasi keuangan merupakan syarat utama sebelum memasuki dunia aset kripto.
"Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak. Bahkan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong orang lain menggunakan layanan keuangan digital dengan tepat," bebernya.
Sejalan dengan pandangan OJK, dosen Universitas Bina Nusantara, Hugo Prasetyo, menyatakan bahwa kampusnya dengan kurikulum terintegrasi telah memberikan fasilitas bagi mahasiswa untuk mendalami literasi mengenai kripto.
"Teman-teman yang mau tahu crypto bisa belajar coding di crypto science. Dari sisi finance, bisa belajar di bagian keuangan. Bahkan kami memiliki Beehive yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency yang terdapat ruang diskusi kritis hingga Binus memiliki Binus Blockchain dan Crypto Club," tuturnya.
Persiapkan Modal untuk Investasi Kripto
Timothius Martin, selaku CMO Pintu, memberikan penghargaan kepada Binus yang telah menyediakan fasilitas bagi mahasiswa untuk mempelajari aset digital. Hal ini dianggap penting sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia investasi kripto.
"Kami juga berterima kasih kepada OJK yang mendukung penuh kegiatan ini dan kami siap terus bekerja sama dengan regulator untuk mendorong berbagai program literasi dan inklusi guna menciptakan ekosistem investasi kripto yang terus tumbuh dengan positif," ujarnya.
Selain itu, industri kripto menunjukkan perkembangan yang signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan laporan dari CoinLaw berjudul Crypto User Demographics Statistics 2025: Who's Investing, Trading, and Holding, jumlah pengguna crypto di seluruh dunia diprediksi akan meningkat sebesar 34 persen dalam rentang waktu 2024-2025, mencapai total sekitar 580 juta pengguna.
Pengaruh Anak Muda yang Kuat
Dalam laporan yang sama, terungkap bahwa sebagian besar pengguna cryptocurrency berasal dari kalangan usia muda, yakni antara 18 hingga 34 tahun. Timo menyatakan bahwa Indonesia sedang mengalami bonus demografi dengan banyaknya anak muda yang berada pada usia produktif, dan mereka menjadi mayoritas dalam penggunaan aset kripto di dalam negeri.
"Ini menjadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi. Melalui berbagai inisiatif program edukasi yang kami jalankan, Pintu berkomitmen memastikan generasi muda memahami risiko, peluang, serta prinsip keamanan dalam berinvestasi aset kripto secara komprehensif," pungkasnya.