Legislator Dorong Percepatan Perbaikan Irigasi Sumedang untuk Ketahanan Pangan
Anggota DPRD Jawa Barat mendorong percepatan perbaikan irigasi tersier di Sumedang, langkah vital untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjamin ketahanan pangan daerah.
Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, mendorong percepatan perbaikan irigasi tersier di Kabupaten Sumedang. Perbaikan ini difokuskan di Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja, untuk mendukung sektor pertanian. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Dorongan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan masyarakat saat kegiatan reses. Kini, perbaikan irigasi mulai direalisasikan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ineu menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah bukti nyata respons terhadap kebutuhan petani.
Infrastruktur irigasi yang memadai sangat krusial untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Ketersediaan air yang stabil akan secara langsung meningkatkan hasil panen petani. Hal ini juga menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.
Pentingnya Infrastruktur Irigasi bagi Pertanian
Ineu Purwadewi Sundari menyoroti bahwa persoalan irigasi merupakan salah satu aspirasi paling sering disampaikan masyarakat. Aspirasi ini muncul dalam setiap kegiatan reses dan kunjungan kerja di daerah pemilihannya. Kondisi ini menunjukkan betapa vitalnya peran irigasi bagi kehidupan petani lokal.
Infrastruktur irigasi yang baik adalah kunci untuk menjamin pasokan air yang konsisten ke lahan pertanian. Dengan demikian, petani dapat mengoptimalkan penanaman dan panen mereka. Peningkatan produktivitas ini berkontribusi besar pada ketahanan pangan daerah secara keseluruhan.
Legislator tersebut berkomitmen untuk terus mengawal kebutuhan infrastruktur pertanian. Ia akan memastikan agar kebutuhan ini dapat terakomodasi dalam program pembangunan daerah. Tujuannya adalah untuk mendorong dan memperkuat ketahanan pangan di Sumedang.
Sinergi dan Dukungan Anggaran Provinsi
Ineu secara aktif menginisiasi dan mendorong agar pembangunan irigasi dapat menggunakan anggaran pemerintah provinsi. Hal ini bertujuan agar kebutuhan irigasi masyarakat dapat segera ditangani secara efektif dan efisien. Dukungan anggaran provinsi diharapkan mempercepat proses perbaikan.
Ia berharap sinergi antara DPRD Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah daerah terus diperkuat. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur pertanian berjalan berkelanjutan. Sinergi ini juga diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumedang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Tono Suhartono, sebelumnya juga menyatakan pentingnya penguatan sistem irigasi. Menurutnya, ini adalah fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Fokus utama saat ini adalah memastikan jaringan irigasi teknis berfungsi dengan baik agar petani dapat meningkatkan indeks pertanaman secara terukur dan berkelanjutan.
Data dan Potensi Ketahanan Pangan Sumedang
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang mencatat data jaringan irigasi di sektor pertanian. Total panjang jaringan irigasi mencapai sekitar 2,1 juta meter, mengairi lahan sawah kurang lebih 30 ribu hektare. Lebih dari 70 persen sistem irigasi tersebut diklaim dalam kondisi baik.
Kondisi irigasi yang baik ini menjadi perhatian penting mengingat produksi padi daerah itu. Pada tahun 2025, produksi padi Sumedang mencapai sekitar 294 ribu ton. Sementara itu, kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 103 ribu ton per tahun, sehingga Sumedang mencatat surplus beras lebih dari 190 ribu ton.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, pemerintah daerah berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat. Peningkatan ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumedang. Investasi pada irigasi adalah investasi untuk masa depan pangan daerah.
Sumber: AntaraNews