Tahukah Anda? Peningkatan Irigasi Cikeusik Dukung Penuh Ketahanan Pangan Nasional, Menteri Dody Hanggodo Targetkan Selesai Tepat Waktu

Peningkatan Irigasi Cikeusik di Jawa Barat terus digenjot untuk ketahanan pangan nasional. Menteri Dody Hanggodo tegaskan proyek ini krusial, akankah rampung sesuai target?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Peningkatan Irigasi Cikeusik Dukung Penuh Ketahanan Pangan Nasional, Menteri Dody Hanggodo Targetkan Selesai Tepat Waktu
Menteri PU Dody Hanggodo tegaskan percepatan peningkatan jaringan irigasi Cikeusik di Jawa Barat demi swasembada pangan. Proyek vital ini rampung Desember 2025! (Merdeka.com)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo mengumumkan bahwa peningkatan Daerah Irigasi (DI) Cikeusik di Jawa Barat sedang berjalan. Proyek ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. Peningkatan infrastruktur irigasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pasokan air bagi lahan pertanian, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut.

Dody Hanggodo menekankan pentingnya percepatan penyelesaian peningkatan jaringan irigasi ini, dengan tetap memastikan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu. Menurutnya, rehabilitasi ini sangat krusial untuk intensifikasi pertanian melalui pasokan air yang memadai. Proyek ini tidak akan mengganggu musim tanam ketiga (MT III) karena aliran air akan tetap terjaga sepanjang pengerjaan, memastikan petani dapat terus beraktivitas tanpa hambatan signifikan.

Implementasi proyek ini berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Inisiatif ini juga selaras dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada agenda swasembada pangan nasional. Peningkatan jaringan irigasi DI Cikeusik bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan kapasitas saluran air guna memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian di Kabupaten Cirebon dan Kuningan.

Peningkatan Jaringan Irigasi Cikeusik untuk Produktivitas Pertanian

Peningkatan jaringan irigasi DI Cikeusik mencakup beberapa lokasi strategis, antara lain Desa Pabuaran Kidul di Kecamatan Pabuaran dan Desa Bojongnegara di Kecamatan Ciledug, keduanya di Kabupaten Cirebon. Selain itu, pengerjaan juga dilakukan di Desa Jatimulya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan. Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki lahan pertanian yang luas dan membutuhkan pasokan air yang stabil untuk mendukung kegiatan pertanian.

Proyek ini telah dimulai sejak 25 Maret 2025 dan dijadwalkan selesai pada 19 Desember 2025. Lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran utama Maneungteung Timur sepanjang 3.260 meter, yang akan melayani 288 hektar lahan pertanian. Selain itu, saluran Maneungteung Kepala sepanjang 202 meter juga termasuk dalam proyek ini. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi penyaluran air ke lahan pertanian.

Selain manfaat langsung terhadap produktivitas pertanian, proyek peningkatan Irigasi Cikeusik juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. Proyek ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 137 pekerja lokal, memberikan kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penggunaan material konstruksi yang bersumber dari lokal juga menjadi prioritas, mendukung industri dan pasokan dalam negeri.

Pengendalian Banjir untuk Melindungi Lahan Irigasi

Menteri Dody Hanggodo juga menyatakan bahwa proyek penguatan tebing sungai yang sedang berlangsung di sepanjang Sungai Cisanggarung dan Sungai Babakan ditargetkan selesai pada tahun 2026. Proyek-proyek ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan berlokasi di perbatasan Kuningan dan Cirebon (Jawa Barat) serta Brebes (Jawa Tengah). Penguatan tebing sungai ini merupakan langkah penting dalam mitigasi bencana banjir.

Proyek pengelolaan sungai ini mencakup berbagai pekerjaan, seperti normalisasi sungai, pembangunan tanggul beton, tanggul tanah, gabion, revetment, dinding penahan, groin beton, dan cekungan retensi. Tujuan utama dari upaya ini adalah pengendalian banjir, memastikan sungai dapat berfungsi optimal dalam mengelola debit air banjir. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas lingkungan dan melindungi area permukiman serta pertanian.

Proyek mitigasi banjir sepanjang 7 kilometer di Sungai Cisanggarung juga bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di area pertanian hilir, khususnya Daerah Irigasi Cikeusik. Dody Hanggodo memperingatkan bahwa jika air banjir mencapai area irigasi, hal itu dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, upaya pencegahan ini sangat penting untuk melindungi investasi pertanian dan mata pencaharian petani di wilayah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi