Percepatan Irigasi Pertanian Jadi Fondasi Utama Swasembada Beras Nasional
Kementerian Pertanian mempercepat rehabilitasi irigasi pertanian sebagai fondasi vital untuk menjamin ketersediaan air dan mewujudkan swasembada beras nasional berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi irigasi pertanian merupakan fondasi krusial bagi peningkatan produksi padi di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan air yang memadai serta mewujudkan swasembada beras nasional secara berkelanjutan di masa depan. Pernyataan ini dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu, 3 Januari.
Menurut Mentan Amran, keberhasilan sektor pertanian sangat ditentukan oleh beberapa faktor penting, termasuk peningkatan kualitas benih dan pupuk, serta ketersediaan air yang terjamin. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur air menjadi prioritas utama pemerintah dalam mencapai target produksi pangan. Fokus pada irigasi diharapkan mampu menopang keberlanjutan produksi.
Pemerintah melalui Kementan terus memperkuat jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi, didukung oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Inpres ini, yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025, mengamanatkan percepatan pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Pentingnya Infrastruktur Irigasi bagi Ketahanan Pangan
Pengelolaan air yang tepat menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian di Indonesia. Ketersediaan air irigasi yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam, menekan risiko kekeringan pada musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
Didukung penguatan infrastruktur air, kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif. Produksi beras tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton, dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.
Peningkatan kinerja pangan tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Kementan dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh. Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi, sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.
Realisasi dan Target Percepatan Irigasi Pertanian
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi. Hal ini mengacu pada Inpres Nomor 2 Tahun 2025, yang bertujuan mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi pada daerah yang sekitar 60 persen kondisinya kurang optimal.
Dari target Inpres tahap pertama seluas 280.880 hektare, pemerintah berhasil merealisasikan sebesar 99,93 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen serius dalam memperbaiki kondisi irigasi pertanian di berbagai wilayah.
Untuk tahap kedua, ditargetkan sebesar 225.775 hektare dengan capaian meliputi 83,46 persen pada jaringan irigasi utama, 98,66 persen pada jaringan irigasi tersier, dan 92,25 persen pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT). Angka-angka ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya perbaikan infrastruktur air.
Sedangkan, untuk Inpres pada kegiatan tahap ketiga, dari target luasan 146.503 hektare, terealisasi pelaksanaan jaringan irigasi utama sebesar 67,67 persen, realisasi pelaksanaan jaringan irigasi tersier mencapai 87,57 persen, dan untuk pembangunan serta rehabilitasi JIAT mencapai 93,91 persen.
Sinergi Lintas Sektor untuk Swasembada Beras
Capaian positif dalam rehabilitasi irigasi ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dengan berbagai pihak. Kementerian Pertanian terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di daerah.
Kolaborasi lintas sektor ini, termasuk dukungan kuat dari pemerintah daerah, menjadi kunci keberhasilan program percepatan irigasi. Sinergi ini memastikan bahwa upaya perbaikan infrastruktur berjalan efektif dan efisien di lapangan.
Ke depan, implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2025 akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan berbagai kegiatan strategis lain. Ini termasuk optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di seluruh wilayah Indonesia, sebagai wujud komitmen Kementan dalam menegaskan jalan Indonesia menuju swasembada pangan.
Sumber: AntaraNews