Kementan dan KemenPU Sinergi Optimalkan Pengelolaan Air Antisipasi Kekeringan di Jateng
Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum bersinergi mempercepat optimalisasi sistem irigasi di Jawa Tengah. Langkah ini menjadi strategi utama dalam pengelolaan air untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian nasional, sek
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) bersinergi dalam upaya percepatan pembangunan dan optimalisasi sistem irigasi. Sinergi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan frekuensi tanam guna mengantisipasi ancaman kekeringan, khususnya di wilayah Jawa Tengah (Jateng).
Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air demi meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan. Koordinasi lintas wilayah, terutama di Jawa, diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menyatakan optimisme terhadap kinerja pertanian tahun 2026. Ia menekankan bahwa kerja sama yang terjalin saat ini telah mengarah pada model percontohan terintegrasi, mulai dari penyiapan air hingga benih, yang perlu terus dilanjutkan dan diperluas ke seluruh Indonesia.
Sinergi Kementan dan KemenPU Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah terus memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai langkah strategis dalam meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian nasional. Sinergi antara Kementan dan KemenPU menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Sam Herodian mengungkapkan bahwa koordinasi lintas wilayah yang semakin solid, khususnya di Pulau Jawa, menjadi modal penting. Hal ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah berbagai tantangan yang ada.
Model percontohan terintegrasi yang mencakup penyiapan air hingga benih, dinilai Sam sebagai fondasi kuat. Model ini diharapkan dapat direplikasi dan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia untuk dampak yang lebih besar.
Strategi Antisipasi Kekeringan di Jawa Tengah
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan sekaligus Penanggung Jawab (Pj) Swasembada Jawa Tengah, Andi Nur Alam Syah, menegaskan pentingnya menjaga semangat dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. Fokus utama adalah periode krusial April hingga Mei yang memerlukan perhatian khusus.
Penguatan program prioritas terus dilakukan untuk memastikan kelancaran produksi pertanian di Jateng. Ini termasuk penyelesaian infrastruktur irigasi, ketersediaan pupuk, serta distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Sudarto, menambahkan bahwa unit pelaksana teknis KemenPU di Jawa Tengah telah menyusun peta overlay berbasis spasial. Peta ini mengintegrasikan data potensi kekeringan dengan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan, embung, dan tampungan lainnya, menjadi acuan kebijakan yang tepat.
Pentingnya Pengelolaan Air Optimal untuk Pertanian
Sam Herodian menekankan bahwa pengelolaan air yang tepat sangat penting dalam budidaya padi. Padi bukanlah tanaman yang membutuhkan air berlimpah, melainkan cukup air dengan pengaturan yang optimal untuk mencapai produktivitas yang lebih baik.
Sinkronisasi pengelolaan air dengan pola tanam, termasuk percepatan tanam pascapanen, akan membuat siklus produksi lebih efisien. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan output yang optimal bagi petani.
Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan, Asmarhansyah, mengingatkan potensi kekeringan masih akan terjadi pada tahun 2026. Oleh karena itu, percepatan Program Irigasi sangat diperlukan.
Penguatan Program Prioritas dan Infrastruktur Irigasi
Kementerian Pertanian mendorong percepatan Program Irigasi tahun 2026, termasuk Irigasi Perpompaan, Irigasi Perpipaan, Bangunan Konservasi, dan Jaringan Irigasi Tersier. Investasi dari tahun sebelumnya juga terus dioptimalkan.
Program ini harus dipercepat agar musim kemarau dapat diantisipasi sejak dini, dengan dukungan aktif dari dinas dan penyuluh di lapangan. Optimalisasi sarana yang sudah dibangun juga menjadi prioritas.
Pemerintah daerah diminta untuk memperkuat langkah antisipatif, mulai dari pemetaan wilayah hingga optimalisasi pemanfaatan sumber air yang tersedia. Dengan penguatan pengelolaan air terintegrasi, pemerintah optimistis indeks pertanaman dapat meningkat dan produksi pangan nasional tetap terjaga.
Sumber: AntaraNews