Demi menciptakan kenyamanan selama bulan puasa, pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra. Salah satu langkah yang diambil adalah pembangunan hunian sementara (huntara) untuk mereka yang kehilangan tempat tinggal.
Di beberapa lokasi, huntara telah selesai dibangun dan sudah dihuni, sementara di lokasi lainnya, proses pembangunan masih berlangsung. Contohnya, di Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Pada pantauan yang dilakukan pada Senin (9/2), terlihat para pekerja sedang merakit rangka baja ringan untuk huntara. Di lokasi tersebut, sudah ada deretan huntara yang dilengkapi dengan dinding dari papan kayu dan atap seng, serta para pekerja yang sedang menyemen lantai.
Nantinya, setiap huntara akan dilengkapi dengan fasilitas seperti akses air bersih, listrik, kamar tidur, dan kamar mandi. Selain itu, personel TNI dan Polri juga memberikan dukungan dalam pembangunan huntara ini, bekerja sama dengan masyarakat setempat.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya telah mengungkapkan bahwa pembangunan huntara dipercepat untuk memberikan kenyamanan bagi warga yang terdampak bencana, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Dody berharap agar warga yang terkena dampak bencana dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman di bulan Ramadan.
"Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana," ujar Dody.