Kabar Baik Buat Fresh Graduate, Kuota Peserta Program Magang Bakal Ditambah Jadi 100 Ribu Orang
Program magang nasional ini bagian dari paket kebijakan ekonomi '8+4+5' untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat daya saing tenaga kerja muda.
Pemerintah sedang menyiapkan perluasan program magang nasional untuk lulusan baru perguruan tinggi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jumlah peserta magang akan ditingkatkan hingga mencapai 100.000 orang dalam waktu dekat.
Airlangga menjelaskan, program magang nasional ini merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi '8+4+5' dirancang untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat daya saing tenaga kerja muda.
"Ke depan paket (stimulus ekonomi) 8+4+5, ini yang termasuk paket ekonomi yang tahun ini, termasuk program magang untuk lulusan Fresh Graduate 1 tahun, ini akan segera diluncurkan yang 20.000 (peserta). Tetapi kalau 20.000 ini dicapai langsung kita tingkatkan ke 100.000 (peserta)," ujar Airlangga saat ditemui di JCC, Jakarta, Kamis (9/10).
Menurut Airlangga, peningkatan jumlah peserta magang ini setara dengan sekitar 10 persen dari total lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya. Program tersebut diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus mengurangi angka pengangguran terdidik.
Selain memperluas program magang, pemerintah juga akan mendorong pengembangan ekonomi digital dan gig economy di berbagai kota besar.
Inisiatif ini diharapkan menjadi model pengembangan lapangan kerja baru berbasis fleksibilitas dan kreativitas, yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda di era ekonomi digital.
"Jadi ini 10 persen dari lulusan perguruan tinggi. Kemudian juga kita dorong yang gig ekonomi di 15 kota, salah satu prototyping-nya nanti ada di Jakarta, di Blok M, dan di Tanah Abang," kata Airlangga.
Program Magang Diluncurkan 15 Oktober 2025
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sudah 451 perusahaan mengajukan diri sebagai penyelenggara pemagangan untuk 1.300 posisi yang diajukan dan 6.000-an calon pemagang. Adapun program pemagangan nasional yang akan diluncurkan pada 15 Oktober 2025.
Tahap pertama, sebanyak 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi akan menjalani program Magang Nasionalselama 6 bulan (15 Oktober 2025 - 15 April 2026) dan akan ditambah jika animo mahasiswa fresh graduate terus meningkat.
"Hingga hari ini, sudah ada 451 perusahaan yang mendaftar untuk ikut program magang yang akan dijalankan melalui skema kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha," ujar Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi dalam Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, di Jakarta, Minggu (5/10).
Fasilitas Didapat Peserta Program Magang
Peserta yang lolos program Magang Nasional akan memperoleh fasilitas berupa uang saku (setara upah minimum) dibayar pemerintah yang disalurkan langsung ke peserta magang melalui Bank Himbara.
Peserta magang juga memperoleh fasilitas jaminan sosial yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM) yang dibayar Pemerintah. Fasilitas lainnya yakni Mentor dari perusahaan.
"Kewajiban perusahaan adalah memberikan laporan kemajuan magang setiap bulan kepada Kemnaker," kata Cris.