Menaker: Magang Nasional Jadi Primadona, 256.000 Pendaftar Bukti Antusiasme Anak Muda
Menurut Yassierli, angka tersebut mencerminkan semangat dan kesiapan generasi muda Indonesia untuk beradaptasi dengan dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menyebut bahwa program magang nasional yang digagas pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan hasil menggembirakan.
Menaker mengungkapkan, jumlah pendaftar program tersebut telah menembus 256.000 orang, menandakan tingginya minat generasi muda untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata.
"Jadi, program dari Bapak Presiden, kita melihat magang ini antusiasmenya luar biasa, yang sudah mendaftar 256.000 orang, yang sudah mendaftar, yang tertarik dengan program ini,” kata Menaker dalam media briefing: Refleksi Satu Tahun Asta Cita Bidang Ketanagakerjaan, di kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/10).
Menurut Yassierli, angka tersebut mencerminkan semangat dan kesiapan generasi muda Indonesia untuk beradaptasi dengan dunia kerja. Ia menilai bahwa magang kini tidak hanya dianggap sebagai pelengkap pendidikan, tetapi juga sebagai gerbang awal membangun karier profesional.
Lebih lanjut, Menaker menambahkan, pemerintah terus memperluas kesempatan melalui batch kedua yang ditargetkan untuk menampung 80.000 peserta. Ia berharap, semakin banyak perusahaan yang membuka diri untuk menerima peserta magang.
"Batch pertama target 20.000 orang, itu sudah selesai antusiasme luar biasa. kita sekarang sedang masuk batch ke-2 tahun 2025, target kita 80 ribu posisi, kita sedang terus sosialisasikan, agar perusahaan-perusahaan bisa memanfaatkan," ujarnya.
Kunjungan Cek Program Magang
Dalam kunjungannya ke PT Mustika Ratu, Yassierli menyampaikan bahwa para peserta magang merasakan manfaat besar dari program ini. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis tentang budaya kerja, kedisiplinan, serta penerapan ilmu kampus di lapangan.
"Tadi pagi kami mengunjungi satu lokasi magang, PT. Mustika Ratu, dan kami bertemu dengan para peserta magang. Alhamdulillah pesan yang positif, dan mereka merasakan bahwa magang itu bisa memberikan exposure terkait dengan bekerja, mereka belajar langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di kampus ini bisa diterapkan," ungkapnya.
Pemerintah pun memastikan bahwa setiap peserta magang mendapatkan pendampingan dari mentor di perusahaan. Para mentor bertugas menyusun rencana pengembangan kompetensi dan melakukan penilaian berkala terhadap kemajuan peserta. Sistem ini dirancang agar magang bukan sekadar rutinitas, melainkan proses pembelajaran yang terukur dan berdampak nyata.
Program Magang Berlanjut Tahun 2026
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan program magang nasional akan dilanjutkan pada tahun 2026.
"Pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan program ini pada tahun 2026," kata Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Konferensi Pers di Gedung Kemnaker, Jakarta, Senin (13/10).
Adapun Kemnaker menargetkan 100.000 lowongan program magang nasional hingga akhir tahun 2025. Hal itu sebagai upaya memperluas akses kesempatan pemagangan bagi angkatan kerja muda.