Israel Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran, di Sini Lokasinya
Salehi menyampaikan tidak ada polusi dari fasilitas tersebut yang akan menimbulkan kekhawatiran.
Serangan Israel terhadap Iran menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Shahid Raisi di Isfahan pada Sabtu dini hari waktu setempat, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Republik Iran, IRNA.
Wakil Gubernur Isfahan, Akbar Salehi, mengatakan tim penyelamat segera dikerahkan setelah serangan tersebut dan tidak ada korban jiwa yang langsung dilaporkan setelah serangan terhadap pembangkit listrik tersebut.
Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan kebocoran radiasi, Salehi menyampaikan tidak ada polusi dari fasilitas tersebut yang akan menimbulkan kekhawatiran.
Pada Jumat (13/6), Israel menargetkan fasilitas nuklir Natanz dan Fordo. Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan kontaminasi nuklir terdeteksi di dalam fasilitas nuklir Natanz setelah serangan Israel.
"Beberapa kontaminasi terdeteksi di dalam fasilitas tersebut, namun kontaminasi ini tidak menyebar ke luar fasilitas,” kata Juru Bicara AEOI Behrouz Kamalvandi kepada televisi pemerintah Iran.
Harga Emas Naik Dipicu Perang Israel Vs Iran
Meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah Israel menyerbu Iran Jumat (13/6) dini hari menekan sentimen optimisme pasar global yang sempat tumbuh karena perkembangan positif dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China. Kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut meningkatkan risiko investasi di berbagai sektor.
Meskipun pasar saham sempat terdongkrak oleh harapan tercapainya kesepakatan baru antara AS dan China, mitra dagang terpenting AS serta potensi kompromi dagang dengan negara-negara lain, perhatian investor kini kembali tertuju pada risiko geopolitik menyusul serangan Israel ke Iran.
Setelah serangan tersebut, pergerakan tajam tercatat pada harga minyak Brent. Dengan meningkatnya kekhawatiran pasokan, harga minyak Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak Februari, yakni USD 76,3 per barel. Saat ini, harga Brent tercatat naik 5,4 persen menjadi USD 73,44 per barel pada pukul 06.20 GMT (13:20 WIB).
Harga emas juga melonjak, dengan harga per ons mencapai USD 3.445 pada Jumat sebelum stabil di kisaran USD 3.425 atau naik 1,1 persen.
Kontrak indeks berjangka di Eropa dibuka negatif pada awal perdagangan akibat meningkatnya kekhawatiran perang.
Indeks FTSE 100 di Inggris turun 0,3 persen, CAC 40 di Prancis dan DAX 40 di Jerman masing-masing merosot sekitar 1,6 persen, sementara FTSE MIB 30 di Italia melemah 0,7 persen.