Ancaman Radiasi Mengintai, Usai Fasilitas Nuklir Iran di Serang
IAEA memperingatkan risiko kebocoran radiasi akibat serangan di sekitar PLTN Bushehr Iran, meski fasilitas disebut masih beroperasi normal.
Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi, menyampaikan kekhawatiran atas serangan militer di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr di Iran.
Dalam pernyataan pada Kamis (26/3/2026), IAEA mengungkap adanya laporan serangan yang terjadi di sekitar fasilitas tersebut, dengan insiden terbaru disebut berlangsung pada Selasa malam.
Mengutip Antara, Jumat (27/3/2026), Grossi menegaskan bahwa kerusakan pada fasilitas nuklir dapat memicu kebocoran radiasi yang berpotensi berdampak luas, tidak hanya di Iran tetapi juga wilayah sekitarnya.
Ia juga mengingatkan semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri demi menghindari risiko yang lebih besar.
Ia menyerukan pihak-pihak yang bertikai untuk menahan diri "secara maksimal" untuk mencegah risiko tersebut.
Iran Klaim PLTN Tetap Aman
Di sisi lain, Atomic Energy Organization of Iran (AEOI) melaporkan bahwa fasilitas PLTN Bushehr masih dalam kondisi aman dan tetap beroperasi normal.
Menurut AEOI, serangan terbaru tidak menimbulkan kerusakan maupun korban di kalangan staf. Sebelumnya, pada 17 Maret, serangan drone juga dilaporkan terjadi tanpa dampak signifikan.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.