IPOT Kini Punya Indikator Saham Real-Time Pertama di Indonesia, Simak Kelebihannya
President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, kecepatan data sangat penting dalam pasar yang terus berubah.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan pembaruan untuk fitur Live Accumulation/Distribution Indicator (LADI). Fitur ini merupakan indikator akumulasi dan distribusi saham yang berbasis data streaming real-time, dan menjadi yang pertama serta satu-satunya untuk investor ritel di Indonesia.
President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, kecepatan data sangat penting dalam pasar yang terus berubah.
"Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi," ujarnya di Jakarta, Selasa (24/2).
Peluncuran LADI ini juga menyoroti kelemahan yang ada pada banyak aplikasi sekuritas yang saat ini beroperasi hanya sebagai data viewer, yang hanya menampilkan indikator berdasarkan data historis atau snapshot. Dengan adanya LADI, IPOT bertransformasi dari sekadar penyedia data menjadi mesin intelijen pasar.
Investor tidak hanya melihat pergerakan masa lalu, tetapi juga mendapatkan visibilitas langsung terhadap tekanan beli dan jual saat transaksi berlangsung. Fitur ini memungkinkan investor untuk memantau kondisi pasar secara langsung, sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat di tengah volatilitas pasar.
Langkah yang diambil oleh IPOT ini dinilai sangat relevan, terutama dengan meningkatnya jumlah investor ritel, khususnya dari kalangan milenial dan Gen Z, yang membutuhkan teknologi analisis yang lebih presisi.
Investor Ritel Dalam Negeri Terus Meningkat
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investor ritel di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Meskipun demikian, banyak platform sekuritas yang masih mengandalkan indikator yang berbasis pada data historis.
Menurut IPOT, perbedaan antara indikator yang real-time dan non-real-time bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berkaitan dengan kualitas informasi yang diterima oleh para investor. Dengan menggunakan LADI, IPOT memperkenalkan berbagai fitur utama, seperti:
- Live Accumulation/Distribution yang didasarkan pada data streaming
- Monitoring beberapa saham dalam satu tampilan layar
- Perbandingan performa selama 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, YTD hingga 10 tahun
- Deteksi tekanan pasar secara langsung tanpa adanya jeda waktu
IPOT juga mengingatkan tentang risiko yang terkait dengan penggunaan indikator non-live, seperti keterlambatan dalam membaca momentum, munculnya ilusi tentang ketepatan waktu, dan meningkatnya risiko kesalahan dalam eksekusi.
Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memahami perbedaan ini agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi.
Teknologi Canggih untuk Investor Ritel
IPOT mengemukakan bahwa pengembangan indikator real-time memerlukan infrastruktur teknologi yang rumit. Ini mencakup sistem pengolahan data streaming yang memiliki kecepatan tinggi, latensi rendah, dan algoritma yang sangat akurat. Sayangnya, tidak semua perusahaan sekuritas memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan teknologi tersebut.
Banyak dari mereka yang masih memilih untuk menggunakan model data viewer yang lebih sederhana dan tidak terlalu berat. Sebaliknya, IPOT mengambil langkah inovatif dengan membangun engine algoritmik LADI secara internal, sehingga indikator dapat diperbarui secara real-time seiring dengan berlangsungnya transaksi di pasar.
Accumulation/Distribution Indicator merupakan alat yang umum digunakan oleh pelaku institusional untuk menganalisis tekanan pasar sebelum hal tersebut tercermin dalam harga. Dengan menghadirkan LADI kepada investor ritel, IPOT dianggap telah melakukan langkah demokratisasi terhadap teknologi yang biasanya hanya tersedia untuk institusi besar.
Inisiatif ini juga mencerminkan pergeseran dalam kompetisi di industri sekuritas, di mana fokus beralih dari kemudahan tampilan menuju kualitas engine analitik yang lebih baik. Dalam situasi persaingan yang semakin ketat, investor kini dihadapkan pada pilihan antara menggunakan indikator yang berbasis data historis atau teknologi real-time yang memberikan visibilitas langsung.
"Investor berhak mendapatkan teknologi yang selaras dengan dinamika pasar. Jika pasar bergerak real-time, indikator seharusnya juga real-time," tutup Moleonoto.