Inflasi Jawa Tengah Melandai di Maret 2026, Capai 3,54 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jawa Tengah pada Maret 2026 turun menjadi 3,54 persen, menunjukkan tren positif di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan kenaikan Nilai Tukar Petani.
Semarang, 2 April 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah melaporkan bahwa tingkat inflasi di wilayah tersebut mengalami penurunan signifikan pada Maret 2026. Angka inflasi tercatat sebesar 3,54 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,43 persen. Penurunan ini memberikan gambaran stabilitas harga di tengah berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi.
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menyampaikan data ini di Semarang pada Rabu (2/4), menyoroti bahwa meskipun ada penurunan inflasi secara umum, beberapa komoditas masih memberikan andil pada kenaikan harga. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi perekonomian lokal, menunjukkan upaya pengendalian inflasi mulai membuahkan hasil.
Data BPS juga menunjukkan adanya disparitas inflasi antar daerah di Jawa Tengah, dengan Kota Tegal mencatat inflasi tertinggi dan Kabupaten Wonosobo sebagai wilayah dengan inflasi terendah. Pergerakan harga komoditas pangan dan transportasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi angka inflasi di berbagai wilayah.
Dinamika Harga Komoditas Pangan dan Transportasi
Penurunan inflasi di Jawa Tengah pada Maret 2026 tidak lepas dari pergerakan harga sejumlah komoditas. Meskipun inflasi secara keseluruhan melandai, beberapa bahan kebutuhan pokok seperti daging ayam, beras, telur, dan minyak goreng masih memberikan andil terhadap terjadinya inflasi. Kenaikan harga pada komoditas-komoditas ini menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, penurunan harga cabai merah dan cabai rawit justru berperan sebagai penahan laju inflasi, bahkan memberikan andil terhadap deflasi. Fenomena ini menunjukkan kompleksitas pasar komoditas pangan yang sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pasokan hingga permintaan. Keseimbangan antara komoditas yang naik dan turun harga menjadi kunci dalam menentukan arah inflasi.
Selain sektor pangan, kelompok transportasi juga turut menyumbang andil terhadap inflasi pada Maret 2026. Komoditas seperti mobil, sepeda motor, serta angkutan antarkota mengalami kenaikan harga. Peningkatan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk permintaan yang tinggi atau penyesuaian biaya operasional.
Kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Tengah
Di tengah kabar penurunan inflasi, BPS juga mencatat kabar baik dari sektor pertanian dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2026. NTP tercatat mencapai 116,38, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 116,18. Kenaikan NTP ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan petani di Jawa Tengah.
Ali Said menjelaskan bahwa peningkatan NTP ini menunjukkan daya beli petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi pertanian mengalami perbaikan. Hal ini sangat penting untuk keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian di banyak wilayah Jawa Tengah.
Subsektor perikanan menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dalam NTP, menunjukkan kinerja yang sangat baik di sektor tersebut. Peningkatan ini dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk terus mengembangkan potensi perikanan di Jawa Tengah. Dengan NTP yang membaik, diharapkan petani memiliki motivasi lebih untuk meningkatkan produktivitasnya.
Sumber: AntaraNews