IHSG Terjun Bebas Usai Peresmian Danantara, OJK: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat
OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas pasar.
Beberapa waktu lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami penurunan bahkan hampir 5 persen. Penurunan ini tercatat sejak peresmian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Senin (24/2). Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran terkait potensi arus keluar modal asing yang berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi menegaskan bahwa dinamika pergerakan modal asing merupakan hal yang wajar dalam ekosistem pasar keuangan global.
"Kami menyadari bahwa arus modal asing baik masuk atau keluar merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global. Namun, saya ingin menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, didukung oleh konsumsi domestik yang solid, stabilitas sektor keuangan, serta kebijakan yang proaktif dari pemerintah dan regulator," kata Inarno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/3).
OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas pasar dan menarik investasi jangka panjang.
Dia menyebut, beberapa upaya yang dilakukan meliputi peningkatan likuiditas pasar, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan transparansi, serta promosi pasar modal Indonesia sebagai destinasi investasi yang kompetitif.
"Upaya ini mencakup peningkatan likuiditas pasar, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan transparansi, serta promosi pasar modal Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik," jelas dia.
Optimis Indonesia Jadi Tujuan Investasi
Meskipun volatilitas jangka pendek tidak dapat dihindari, Inarno optimistis Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun asing.
Adapun faktor utama yang mendukung optimisme ini adalah pertumbuhan ekonomi yang solid, reformasi struktural yang terus berjalan, serta peluang investasi yang menjanjikan di berbagai sektor.
"Fokus utama kami adalah menjaga stabilitas, meningkatkan kepercayaan investor, dan memastikan perkembangan pasar modal yang berkelanjutan," Inarno mengakhiri.